Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Jangan Tertipu Penampilan! Psikologi Ungkap 6 Kebiasaan 'Old Money' yang Tak Pernah Pamer

Bhagas Dani Purwoko • Kamis, 12 Maret 2026 | 19:29 WIB

 

ORANG KAYA: Orang yang hobi flexing kebanyakan bukan orang kaya beneran.
ORANG KAYA: Orang yang hobi flexing kebanyakan bukan orang kaya beneran.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di era media sosial, batasan antara "benar-benar kaya" dan "terlihat kaya" menjadi semakin kabur. Di Bojonegoro maupun kota besar lainnya, kita sering melihat tren pamer kemewahan (flexing).

Namun, tahukah Anda bahwa menurut ilmu psikologi dan perilaku keuangan, orang yang memiliki kekayaan substansial justru cenderung memiliki pola hidup yang sangat kontras dengan apa yang ditampilkan di layar kaca?

Bukan soal berapa banyak barang bermerek yang dimiliki, kekayaan sejati berakar pada cara otak memproses kepuasan tertunda dan manajemen risiko.

Berikut adalah pola kebiasaan orang kaya yang sesungguhnya menurut tinjauan psikologi:

1. Memahami Perbedaan Antara Aset dan Liabilitas

Orang kaya sejati memiliki literasi keuangan yang tajam. Mereka tidak menghabiskan pendapatan untuk barang yang nilainya menyusut (liabilitas). Sebaliknya, mereka fokus membangun aset yang menghasilkan arus kas.

Baca Juga: Seberapa Kaya Bupati Pekalongan yang Terjerat OTT KPK? Begini Detail LHKPN Milik Fadia Arafiq

Menurut Robert Kiyosaki dalam konsep keuangan yang diakui secara global, perbedaan utama terletak pada arah aliran uang: aset memasukkan uang ke kantong, liabilitas mengeluarkannya.

2. Mempraktikkan Delayed Gratification (Kepuasan Tertunda)

Psikologi menyebutkan bahwa kemampuan untuk menunda kesenangan adalah indikator kesuksesan jangka panjang. Orang kaya tidak terburu-buru membeli barang mewah hanya untuk validasi sosial.

Mereka lebih memilih menginvestasikan uangnya terlebih dahulu. Fenomena ini sering dikaitkan dengan The Marshmallow Test, sebuah studi psikologi yang membuktikan bahwa mereka yang mampu menunda kepuasan memiliki pencapaian hidup yang lebih tinggi.

3. Frugal Living yang Strategis

Banyak miliarder dunia justru hidup jauh di bawah kemampuan mereka (below their means). Kebiasaan ini bukan berarti pelit, melainkan efisien.

Baca Juga: Siap-Siap Kaya Mendadak! Gemini dan Scorpio Diprediksi Bakal Dapat Rezeki Nomplok Minggu Ini!

Mereka menghargai setiap nilai uang dan menghindari pengeluaran impulsif. Riset dalam buku The Millionaire Next Door mengungkapkan bahwa mayoritas jutawan justru tinggal di lingkungan kelas menengah dan mengendarai mobil biasa.

4. Fokus pada Investasi Leher ke Atas

Bagi orang kaya, pendidikan dan keterampilan adalah aset yang tidak bisa dicuri. Mereka menghabiskan waktu lebih banyak untuk membaca buku, mengikuti seminar, atau mempelajari pasar daripada mengonsumsi hiburan yang tidak produktif. Investasi pada diri sendiri dianggap sebagai investasi dengan return tertinggi.

5. Lingkaran Sosial yang Berkualitas

Dalam psikologi sosial, terdapat konsep bahwa diri kita adalah rata-rata dari lima orang terdekat kita. Orang kaya cenderung selektif dalam bergaul.

Baca Juga: 7 Transformasi Pola Pikir atau Mindset Miliarder: Membedah Cara Orang Kaya Memandang Uang, Waktu, dan Kegagalan

Mereka mencari lingkungan yang memberikan stimulasi intelektual, peluang bisnis, dan energi positif, bukan sekadar teman untuk berhura-hura.

6. Memiliki Hubungan yang Sehat dengan Uang

Orang yang benar-benar kaya memandang uang sebagai alat (tools), bukan tujuan akhir atau simbol harga diri. Mereka tidak merasa perlu membuktikan status mereka kepada orang lain. Kepercayaan diri mereka datang dari keamanan finansial dan kebebasan waktu, bukan dari tepuk tangan orang asing.

 

Kekayaan Dimulai dari Pikiran

Kekayaan sejati adalah apa yang tidak terlihat; investasi yang belum dicairkan, tabungan yang terus tumbuh, dan aset yang bekerja saat Anda tidur.

Di Bojonegoro, memulai langkah menjadi kaya bisa sesederhana mulai mencatat pengeluaran dan menekan ego untuk tidak ikut-ikutan tren flexing. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#uang #Liabilitas #literasi keuangan #Frugal Living #Delayed Gratification #kekayaan #old money #Investasi #hura hura #Lingkaran Sosial #Aset #pamer