Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

 Alun-Alun Bojonegoro Mulai Ditutup

Y
SUDAH DIPAGARI: Alun-Alun Bojonegoro terlihat dipagari seng. Proyek yang dibiayai APBD 2026 itu, pagu anggarannya Rp 26 M. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
SUDAH DIPAGARI: Alun-Alun Bojonegoro terlihat dipagari seng. Proyek yang dibiayai APBD 2026 itu, pagu anggarannya Rp 26 M. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemkab Bojonegoro bakal mengubah wajah Alun-Alun dna Taman Rajekwesi dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2026. 

Sesuai rencana, tahap konstruksi berjalan pada awal Agustus mendatang. Namun, Jumat (24/7) sudah dipagari seng .

Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro Anang Prasetyo Adi mengatakan, seluruh persiapan proyek berada pada tahap finalisasi administrasi. Jika tidak ada kendala, pengerjaan konstruksi dimulai awal bulan depan. ‘’Awal Agustus,’’ ujar Anang, kemarin (22/7).

Anang berharap, masyarakat mendukung pelaksanaan proyek revitalisasi dua ruang publik yang menjadi ikon Kota Ledre tersebut. Dukungan masyarakat penting agar proses pembangunan dapat berjalan lancar sesuai rencana. ‘’Sehingga penataan alun-alun dan Taman Rajekwesi dapat terlaksana secara lancar,’’ imbuhnya.

Seiring dimulainya proyek, satuan polisi pamong praja (satpol PP) mulai menyiapkan langkah sterilisasi kawasan.

Advertisement

Kepala Satpol PP Bojonegoro Laela Noer Aeny mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan para pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini beraktivitas di sekitar Alun-Alun Bojonegoro.

Dalam beberapa hari ke depan, satpol PP akan memberikan sosialisasi dan imbauan kepada para PKL sebagai bagian dari persiapan penataan kawasan. ‘’Dalam beberapa hari ke depan, kami akan memberikan imbauan,’’ ujarnya.

Penataan alun-alun  dan Taman Rajekwesi merupakan salah satu program prioritas pemkab pada 2026. Berdasarkan data Inaproc Bojonegoro, pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp 26,29 miliar dari APBD 2026 untuk penataan Alun-Alun Bojonegoro.

Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT Elang Mitra Regatama, perusahaan konstruksi asal Surabaya. Sementara itu, proyek penataan Taman Rajekwesi memperoleh anggaran Rp 18,8 miliar yang juga bersumber dari APBD 2026. Proyek ini dikerjakan oleh PT Defani Energi Indonesia, perusahaan konstruksi asal Surabaya. Total anggaran mencapai Rp 45,09 miliar. (yna/msu)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

40 PKL Alun-Alun Bojonegoro Dipindah ke Taman Rajekwesi

40 PKL Alun-Alun Bojonegoro Dipindah ke Taman Rajekwesi

Alun-Alun Bojonegoro kemarin (20/7) dipastikan steril dari pedagang kaki lima (PKL).

Sukses Gaungkan Program PPM SKK Migas – EMCL 2026, LPPM Unigoro Raih Penghargaan ECHO MAKER

Sukses Gaungkan Program PPM SKK Migas – EMCL 2026, LPPM Unigoro Raih Penghargaan ECHO MAKER

Ketua LPPM Unigoro, Dr. Laily Agustina R., S.Si., M.Sc., menuturkan, tahun ini Unigoro kembali menjadi mitra dalam program PPM. Kerja sama tersebut difokuskan pada revitalisasi geosite Kedung Lantung di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras

Ruko Taman Rajekwesi Sisa Tiga Penghuni, Pemkab Bojonegoro Siapkan Anggaran Revitalisasi Rp19,9 M

Ruko Taman Rajekwesi Sisa Tiga Penghuni, Pemkab Bojonegoro Siapkan Anggaran Revitalisasi Rp19,9 M

Untuk menghidupkan kembali Taman Rajekwesi, Pemkab Bojonegoro mengalokasikan anggaran sebesar Rp19,9 miliar pada tahun ini untuk merevitalisasi bangunan ruko itu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer