Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PDAM Blora Andalkan Distribusi Air Bergilir

R
Penulis: Rahul Oscarra Duta❯
KEKERINGAN: BPBD Blora distribusikan satu truk tangki air bersih di Desa Kalen, Kecamatan Kedungtuban. (M. LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)
KEKERINGAN: BPBD Blora distribusikan satu truk tangki air bersih di Desa Kalen, Kecamatan Kedungtuban. (M. LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Musim kemarau mulai berdampak di Blora. Di sejumlah desa, warga harus berburu air bersih sejak dini hari karena sumur-sumur mulai mengering. Di sisi lain, Perumda Air Minum Tirta Amerta Blora terpaksa menerapkan distribusi air secara bergilir akibat debit air baku menyusut drastis.

Kondisi tersebut mulai dirasakan warga Desa Plosorejo, Kecamatan Randublatung. Sejumlah sumur warga tak lagi mengeluarkan air sehingga mereka berbondong-bondong mencari sumber air yang masih tersedia, mulai dari sungai hingga genangan di area persawahan.

Yanto, salah seorang warga, mengaku kini harus berangkat lebih pagi agar bisa mendapatkan air bersih.

Advertisement

"Kalau tidak berangkat pagi-pagi, ya tidak kebagian. Harus antre dan tempat mengambil air juga jauh dari rumah," ujarnya.

Dampak kemarau juga dirasakan Perumda Air Minum Tirta Amerta Blora. Direktur Perumda Air Minum Tirta Amerta Blora, Yan Riya Pramono, mengatakan debit air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Ngampel mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Advertisement

Pada kondisi normal, sumber air mampu menopang produksi hingga sekitar 18 jam setiap hari. Namun kini, pasokan hanya mampu bertahan sekitar empat jam.

"Penurunannya sangat signifikan. Dari sekitar 18 jam menjadi hanya empat jam per hari. Akibatnya, distribusi ke pelanggan, terutama di Desa Tutup dan sepanjang Jalan Gatot Subroto, ikut terganggu," jelasnya.

Untuk meminimalkan dampak gangguan layanan, PDAM menerapkan sistem distribusi bergilir agar seluruh pelanggan tetap memperoleh pasokan air meski volumenya belum maksimal.

"Kami melakukan penggiliran distribusi supaya semua pelanggan tetap mendapat air. Memang belum bisa normal karena kemampuan produksi juga turun," katanya. (hul/zim)

 

Advertisement
Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

81 Desa di Bojonegoro Kriris Air Bersih Belum Tersentuh Sumur Bor

81 Desa di Bojonegoro Kriris Air Bersih Belum Tersentuh Sumur Bor

Krisis air bersih tahun ini lebih parah, kemarau berkepanjangan hingga menyebabkan ratusan warga desa kesulitan air. Bahkan, sebanyak 81 desa belum mendapat intervensi dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti sumur bor.

27.495 Warga Bojonegoro Terdampak Kekeringan

27.495 Warga Bojonegoro Terdampak Kekeringan

HUJAN mulai turun di sejumlah wilayah Bojonegoro dalam beberapa hari terakhir. Namun, intensitasnya masih tergolong rendah dan belum merata.

Kekeringan Melanda 74 Desa yang Tersebar di 19 Kecamatan

Kekeringan Melanda 74 Desa yang Tersebar di 19 Kecamatan

Kekeringan kian meluas. Dampak fenomena elnino ini merambah hingga 74 desa tersebar di 19 kecamatan. Tercatat sebanyak 3,1 juta liter air bersih telah disalurkan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer