Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Radar History: Kelangkaan Karena Panic Buying

Y

 


Advertisement

ARSIP: KORAN RADAR TAHUN 2005
ARSIP: KORAN RADAR TAHUN 2005

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Terjadi kelangkaan bahan bakar bensin di Bojonegoro 21 tahun lalu. Padahal, suplai BBM sudah lancar sejak 18 Juli 2005 lalu. Diduga, kelangkaan bensin akibat terjadi panic buying atau kepanikan pembeli.

Pantauan Radar Bojonegoro, semua SPBU yang berada di dalam Kota Bojonegoro tidak melayani pembelian bensin. Mereka hanya melayani pembelian solar yang masih ada stok.

Advertisement

Namun, sekitar pukul 12.00, beberapa SPBU mulai terisi dan kembali melayani pembeli. Hanya, karena sebelumnya terjadi kelangkaan, antrean pembeli masih mewarnai SPBU-SPBU.

Beberapa calon pembeli yang ditemui Radar Bojonegoro mengaku rela antre mendapatkan bensin untuk jaga-jaga bila bensin kembali langka seperti Minggu lalu. ‘’Ya, untuk jaga-jaga, biar nggak kehabisan,’’ kata Juned, asal Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Kota.

Advertisement

Menurut pengakuan pengelola SPBU di Jalan Veteran, Bojonegoro, Nurul, sebenarnya pasokan bensin telah lancar sejak Senin sore lalu. Sedangkan kemarin pagi SPBU-nya telah mendapat jatah sekitar 8 ribu liter. Itu pun, siangnya akan dikirimi lagi.

Hal itu, lanjut Nurul, merupakan jatah harian. ‘’Mungkin karena pembeli terlalu panik, sehingga melakukan pembelian secara besar-besaran,’’ katanya.

Di Tuban, para pemilik kendaraan bermotor juga masih harus bersabar untuk mendapatkan bensin. Sebab, hingga 19 Juli 2005 sampai BBM di beberapa SPBU di Kota Tuak itu masih sering tak lancar.

Akibatnya, beberapa SPBU yang mendapatkan pasokan BBM dari Pertamina biasanya langsung diserbu pembeli, baik pemilik kendaraan maupun pedagang yang membeli dengan jerigen. Bahkan, mereka juga harus rela antre untuk mendapatkan bensin ataupun solar tersebut.

Wartawan koran ini sempat merasakan ikut antre di SPBU Gerdu Laut. Pemandangan seperti ini hampir terlihat di semua SPBU yang ada di Bumi Ronggolawe itu. ‘’Gimana lagi, wong semua juga antre,’’ kata Puji pria asal Kecamatan Jenu.  (yna/msu)

Advertisement
Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Akademisi Unigoro: Ketahanan Energi Tak Cukup Andalkan Produksi, Efisiensi Juga Harus Diperkuat

Akademisi Unigoro: Ketahanan Energi Tak Cukup Andalkan Produksi, Efisiensi Juga Harus Diperkuat

Akademisi Universitas Bojonegoro (Unigoro) Fahrizal Taufiqqurrachman, SE., MSE., menilai, tantangan ketahanan energi daerah tidak hanya terletak pada kemampuan menghasilkan energi.

Polres Bojonegoro Panggil 29 SPBU, Antisipasi Kelangkaan BBM

Polres Bojonegoro Panggil 29 SPBU, Antisipasi Kelangkaan BBM

akhir tahun, biasanya terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Khusunya jenis solar. Beberapa tahun lalu, setiap akhir tahun terjadi antrean panjang pengisian solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Bojonegoro.

Antrean Solar di Blora Mengular hingga 120 Meter

Antrean Solar di Blora Mengular hingga 120 Meter

Pemandangan tak biasa terlihat di SPBU Mlangsen, Kecamatan Blora. Antrean kendaraan yang ingin mengisi solar subsidi di jalur Blora–Randublatung tersebut mengular panjang hingga sekitar 120 meter.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer