RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dari 79 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Blora, baru 50 persen yang pasang instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Sebelumnya, Pemkab Blora telah melakukan sosialisasi terkait Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025, tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis (MBG).
‘’Terus kita dorong untuk segera segera memasang IPAL,’’ tutur Korwil SPPG Blora Artika Diannita.
Artika mengatakan, ada sebelas SPPG yang sudah berjalan mengurus IPAL bulan ini. ‘’Saat ini masih proses penyelesaian administrasi namun SPPI sudah siap,’’ katanya.
Sementara itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Blora Sri Setyorini, menuturkan, ada empat poin besar yang harus diperhatikan oleh mitra. ‘’Terpenting ialah IPAL, SLHS, mess untuk pengawas, SPPI, akuntansi, dan ahli gizi, kemudian ruang harus ber-AC,’’ ujar Wakil Bupati (Wabup) Blora tersebut.
Baca Juga: Pemka Blora Targetkan Pembangunan 118 Dapur MBG, Ketua Satgas MBG Imbau SPPG Patuh Regulasi
Sri Setyorini menegaskan, setiap SPPG diberikan waktu hingga awal bulan ini untuk membangun fasilitas IPAL. Jika tidak bisa melengkapi, maka akan dilakukan penghentian sementara.
‘’Penerima manfaat tidak mendapatkan MBG untuk sementara. Kalau SPPG langsung membuat IPAL, ya dibuka lagi,’’ sambungnya.
Ia mengatakan, setelah permasalahan pembangunan IPAL dan kepemilikan sertifikasi laik hygiene sanitasi (SLHS) selesai, satgas akan fokus pada pengawasan kualitas menu makanan yang disalurkan oleh para mitra.
‘’Mitra yang masih nakal, saya langsung telpon atau WA Bu Nanik (Wakil ketua BGN), lalu Bu Nanik bilang ditutup,’’ ungkapnya.
Ia menambahkan, satgas akan melibatkan seluruh camat di Kabupaten Blora, yang bertugas sebagai ketua satgas di tingkat kecamatan. Tujuannya untuk memperkuat pengawasan di lapangan dan memastikan seluruh mitra memahami regulasi dalam pelaksanaan program MBG di daerah. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana