Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Baru 50 Persen SPPG di Blora Miliki Instalasi IPAL, Satgas MBG Dorong Untuk Segera Lengkapi

Achmad Syaeroyzi • Rabu, 8 April 2026 | 09:00 WIB
BERI KETEGASAN: Satgas MBG Blora memberi warning kepada SPPG harus segera memiliki IPAL. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
BERI KETEGASAN: Satgas MBG Blora memberi warning kepada SPPG harus segera memiliki IPAL. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dari 79 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Blora, baru 50 persen yang pasang instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Sebelumnya, Pemkab Blora telah melakukan sosialisasi terkait Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025, tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis (MBG).

 ‘’Terus kita dorong untuk segera segera memasang IPAL,’’ tutur Korwil SPPG Blora Artika Diannita.

Artika mengatakan, ada sebelas SPPG yang sudah berjalan mengurus IPAL bulan ini. ‘’Saat ini masih proses penyelesaian administrasi namun SPPI sudah siap,’’ katanya.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Blora Sri Setyorini, menuturkan, ada empat poin besar yang harus diperhatikan oleh mitra. ‘’Terpenting ialah IPAL, SLHS, mess untuk pengawas, SPPI, akuntansi, dan ahli gizi, kemudian ruang harus ber-AC,’’ ujar Wakil Bupati (Wabup) Blora tersebut.

Baca Juga: Pemka Blora Targetkan Pembangunan 118 Dapur MBG, Ketua Satgas MBG Imbau SPPG Patuh Regulasi

Sri Setyorini menegaskan, setiap SPPG diberikan waktu hingga awal bulan ini untuk membangun fasilitas  IPAL. Jika tidak bisa melengkapi, maka akan dilakukan penghentian sementara.

‘’Penerima manfaat tidak mendapatkan MBG untuk sementara. Kalau SPPG langsung membuat IPAL, ya dibuka lagi,’’ sambungnya.

Ia mengatakan, setelah permasalahan pembangunan IPAL dan kepemilikan sertifikasi laik hygiene sanitasi (SLHS) selesai, satgas  akan fokus pada pengawasan kualitas menu makanan yang disalurkan oleh para mitra.

‘’Mitra yang masih nakal, saya langsung telpon atau WA Bu Nanik (Wakil ketua BGN), lalu Bu Nanik bilang ditutup,’’ ungkapnya.

Ia menambahkan, satgas akan  melibatkan seluruh  camat di Kabupaten  Blora, yang bertugas sebagai ketua satgas di tingkat kecamatan. Tujuannya untuk memperkuat pengawasan di lapangan dan memastikan seluruh mitra memahami regulasi dalam pelaksanaan program MBG di daerah. (ozi/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#ipal #BGN #SPPG #Mbg #blora