Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Peran Pemuda Menyongsong Pilkades Serentak di Bojonegoro, Penonton Jadi Penentu 

Muhammad Suaeb • Minggu, 14 Juni 2026 | 12:30 WIB
MENCOBLOS: Warga di salah satu desa memberikan hak suaranya pada pilkades serentak 8 Juli lalu. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
MENCOBLOS: Warga di salah satu desa memberikan hak suaranya pada pilkades serentak 8 Juli lalu. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)

Oleh: Seno Dwi Yulianto

ASN Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro


RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Demokrasi merupakan proses yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Dalam sistem pemerintahan Indonesia, demokrasi tidak hanya berlangsung pada tingkat nasional melalui pemilihan umum, tetapi juga tumbuh dan berkembang di tingkat daerah hingga desa. Salah satu bentuk demokrasi yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat adalah Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), yang menjadi sarana bagi masyarakat desa untuk menentukan pemimpin yang akan membawa arah pembangunan di wilayahnya.

Kabupaten Bojonegoro sebagai daerah dengan jumlah desa yang cukup besar yakni sebanyak 419 desa dan 11 kelurahan memiliki dinamika politik desa yang beragam. Pilkades bukan sekadar proses pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam menentukan masa depan desa. Dalam proses tersebut, pemuda memiliki peran strategis sebagai kelompok masyarakat yang memiliki energi, kreativitas, serta kemampuan untuk mendorong demokrasi desa yang lebih sehat.

Baca Juga: Opini: Beda Jokowi-Prabowo di Awal Menjabat

Pemuda merupakan salah satu kekuatan utama dalam kehidupan sosial masyarakat. Sejarah bangsa Indonesia telah membuktikan bahwa pemuda memiliki kontribusi besar dalam berbagai perubahan. Semangat persatuan yang lahir melalui Sumpah Pemuda menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menjadi penggerak perubahan dan penjaga nilai-nilai kebangsaan.

Dalam konteks Pilkades di Kabupaten Bojonegoro, peran pemuda tidak hanya sebatas menggunakan hak pilih. Partisipasi politik pemuda dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti ikut memahami visi dan misi calon kepala desa, mengikuti proses demokrasi secara aktif, memberikan edukasi politik kepada masyarakat, serta menjaga suasana pemilihan yang aman, tertib, dan demokratis.

Generasi muda memiliki kemampuan untuk menjadi jembatan antara masyarakat dengan penyelenggara pemerintahan desa. Dengan pemahaman teknologi informasi yang lebih baik, pemuda dapat membantu menyebarkan informasi yang benar terkait tahapan Pilkades, aturan pemilihan, serta pentingnya menggunakan hak suara secara bijak. Hal ini sangat penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar atau isu yang dapat memecah persatuan.

Baca Juga: KDMP dan Pertaruhan Ekonomi Desa: Kolaborasi, Dominasi, atau Mati Suri?

Selain sebagai pemilih, pemuda juga dapat berperan sebagai pengawas sosial dalam pelaksanaan Pilkades. Pengawasan masyarakat diperlukan agar proses demokrasi berjalan secara jujur dan adil. Pemuda dapat mendorong terciptanya politik yang beretika dengan menghindari praktik politik uang, provokasi, maupun konflik antar pendukung calon.

Pilkades sering kali memiliki kedekatan emosional yang tinggi karena melibatkan hubungan sosial yang sangat dekat antar warga desa. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri agar perbedaan pilihan politik tidak menyebabkan perpecahan masyarakat. Dalam hal ini, pemuda memiliki tanggung jawab untuk menjadi pelopor persatuan dengan mengedepankan sikap dewasa dalam berpolitik.

Partisipasi politik pemuda juga dapat diwujudkan setelah proses pemilihan selesai. Pemuda perlu ikut mengawal jalannya pemerintahan desa agar program pembangunan yang telah disampaikan saat kampanye dapat direalisasikan. Sikap kritis dan konstruktif dari generasi muda dapat menjadi masukan bagi pemerintah desa dalam meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Keterlibatan pemuda dalam politik desa masih menghadapi berbagai tantangan. Sebagian pemuda masih menganggap politik sebagai sesuatu yang penuh kepentingan dan konflik. Ada pula yang memilih bersikap pasif karena merasa suara mereka tidak memberikan pengaruh. Pandangan tersebut perlu diubah karena keputusan politik desa memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, termasuk pembangunan fasilitas umum, pemberdayaan ekonomi, dan pelayanan masyarakat.

Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan pendidikan politik bagi generasi muda desa. Pendidikan politik bukan hanya tentang memahami proses pemilihan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa demokrasi membutuhkan tanggung jawab bersama. Pemuda perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, memahami perbedaan, serta mampu menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik.

Baca Juga: Opini: Menjanjikan di Atas Kertas, Meragukan di Lapangan

Perhelatan Pilkades di Kabupaten Bojonegoro mendatang dapat menjadi ruang pembelajaran demokrasi bagi masyarakat, terutama generasi muda. Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses politik desa, tetapi harus hadir sebagai bagian dari perubahan. Dengan keterlibatan aktif pemuda, Pilkades dapat menjadi momentum lahirnya kepemimpinan desa yang lebih berkualitas dan pemerintahan yang semakin dekat dengan masyarakat.

Pada akhirnya, masa depan desa berada di tangan seluruh masyarakat, termasuk generasi muda. Pemuda Bojonegoro memiliki peran penting dalam membangun budaya politik yang santun, demokratis, dan berorientasi pada kemajuan bersama. Demokrasi desa yang kuat akan menjadi fondasi bagi pembangunan daerah dan kemajuan Kabupaten Bojonegoro secara keseluruhan.

Editor : Hakam Alghivari
#pemilihan kepala desa #opini #demokrasi