RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Harga bawang merah merangkak naik. Bumbu dapur yang kerap digunakan sebagai pelengkap rasa tersebut kini tembus di harga Rp 50.000 perkilogram (kg).
Berdasar data dari laman resmi Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro per kemarin (26/5), harga bawang merah tertinggi di Bojonegoro mencapai Rp 50.000 di Kecamatan Padangan. Sedangkan, harga terendah Rp 30.000 di Kecamatan Kedungadem. Untuk harga rerata berkisar di angka Rp 38.341 perkg.
Tutik pembeli bawang merah di Pasar Dander mengatakan, harga bawang merah sangat tinggi saat ini. Untuk ukuran sedang saja tembus Rp 40.000 perkg. Sementara untuk ukuran besar atau premium, di atas Rp 40.000 per kg. Padahal, sebelumnya harga bawang merah ukuran besar hanya berkisar Rp 30.000 an.
‘’Saya beli yang ukuran sedang saja. Memang begini, setiap menjelang hari besar, seperti Hari Raya Idul Adha seperti saat ini. Harga kebutuhan dapur, rerata naik,’’ katanya.
Baca Juga: Harga Gabah di Petani Bojonegoro Naik, Harga Beras di Pasaran Tetap
Terpisah, penjual bawang merah keliling di Desa Sumberarum, Kecamatan Dander mengatakan, harga bawang merah memang mengalami kenaikan cukup tinggi saat ini. Melonjak dibanding dengan bawang putih. Harga bawang putih, cukup stabil.
‘’Harga macam-macam, tergantung ukuran. Untuk ukuran sedang berkisar antara Rp 37.000 hingga Rp 40.000 per kg,’’ ujar laki-laki yang enggan disebutkan namanya tersebut.
Sementara itu, dalam sidak Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke Pasar Kota Baru Banjarejo, Kabupaten Bojonegoro pada Senin (25/5) lalu. Tercatat adanya kenaikan harga pada komoditas bawang merah. Meski secara keseluruhan, kondisi harga pokok menurutnya cenderung lebih baik dibanding menjelang Hari Raya Idul Adha.
“Yang mengalami kenaikan bawang merah. Dari sebelumnya sekitar Rp 33.000 menjadi Rp 45.000 ribu per kg. Sedangkan bawang putih masih relatif standar,” ujarnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana