Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Blora Ganti Skema Beasiswa, Selaraskan Pembangunan Daerah

R
Penulis: Rahul Oscarra Duta❯
LULUS: Sebanyak 18 mahasiswa PEM Akamigas Cepu yang menerima beasiswa dari Pemkab Blora telah lulus.
LULUS: Sebanyak 18 mahasiswa PEM Akamigas Cepu yang menerima beasiswa dari Pemkab Blora telah lulus.

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Program Satu Desa Dua Sarjana dipastikan tidak lagi dilanjutkan. Pemkab Blora kini menyiapkan skema baru melalui Beasiswa Blora Berprestasi yang akan menjadi program bantuan pendidikan lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi mengatakan, perubahan skema tersebut saat ini masih menunggu Peraturan Bupati (Perbup). Program baru disusun agar lebih selaras dengan arah pembangunan daerah, sekaligus menjangkau penerima yang lebih luas.

Advertisement

‘’Sementara Program Satu Desa Dua Sarjana kita hentikan. Nantinya menggunakan Perbup baru, yakni Blora Berprestasi,” ujarnya.

Berbeda dengan program sebelumnya, Beasiswa Blora Berprestasi tidak hanya dikelola Dinsos P3A. Sejumlah OPD akan terlibat sesuai bidang masing-masing.

Peserta didik berprestasi di bidang olahraga maupun seni, misalnya, akan difasilitasi melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora). Sedangkan jalur afirmasi bagi keluarga kurang mampu tetap menjadi tanggung jawab Dinsos P3A.

Untuk jalur afirmasi, sasaran penerima berasal dari masyarakat kategori desil 1 hingga desil 5 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Skema bantuan juga berubah. Jika sebelumnya beasiswa tidak diberikan hingga mahasiswa lulus, kini pembiayaan dirancang berlangsung sampai penerima menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

‘’Kalau sebelumnya bantuan tidak sampai lulus. Sekarang konsepnya kita biayai sampai selesai kuliah. Mereka tinggal fokus belajar,” katanya.

Pemkab juga akan menggandeng sejumlah perguruan tinggi sebagai mitra pelaksana. Koordinasi dengan kampus dilakukan untuk memastikan proses seleksi dan penyaluran beasiswa berjalan lebih efektif. Luluk berharap Perbup tentang Beasiswa Blora Berprestasi segera terbit, sehingga program baru dapat direalisasikan tahun ini.

Dia mengatakan, penghentian Program Satu Desa Dua Sarjana bukan karena anggaran. Evaluasi dilakukan karena program lama dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan target RPJMD. Selain itu, realisasi program selama ini juga belum merata lantaran tidak semua desa dan kelurahan mengusulkan calon penerima.

‘’Bukan karena keterbatasan anggaran. Program ini kita ubah karena harus menyesuaikan RPJMD. Selain itu, selama ini juga tidak semua desa atau kelurahan mengajukan peserta,” pungkasnya. (hul/ind)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mahasiswa Berprestasi Unigoro Dapat Beasiswa Senilai Rp 27,9 Juta

Mahasiswa Berprestasi Unigoro Dapat Beasiswa Senilai Rp 27,9 Juta

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Kerja Sama Unigoro, Erwanto, M.Si., menerangkan, penyerahan beasiswa prestasi bagi mahasiswa Unigoro diagendakan dua kali per semester.

Kupas Potensi Dana Abadi Daerah Bidang Pendikan Bojonegoro: Mengonversi SDA Menjadi SDM

Kupas Potensi Dana Abadi Daerah Bidang Pendikan Bojonegoro: Mengonversi SDA Menjadi SDM

Guna mewujudkan mimpi besar itu, paparan Bappeda merincikan roadmap pencapaian akumulasi pokok Dana Abadi dengan target fantastis mencapai Rp 3 Triliun pada kurun waktu 2026-2030.

Rawat Asa di Tengah Surutnya Migas: Misi Bojonegoro Putus Rantai Kemiskinan dengan Dana Abadi

Rawat Asa di Tengah Surutnya Migas: Misi Bojonegoro Putus Rantai Kemiskinan dengan Dana Abadi

Perjalanannya memakan waktu yang sangat panjang dan sarat akan rintangan birokrasi. Pembahasan awal mengenai rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Dana Abadi Migas sejatinya telah mulai digelorakan sejak satu dekade silam

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer