Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Refleksi HAN 2026: 4.745 Anak Tidak Sekolah di Bojonegoro

MD
PULANG SEKOLAH: Siswa pulang sekolah dengan naik sepeda, di peringatan HAN tahun ini masih 4.745 anak tidak sekolah. (M. IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEGORO)
PULANG SEKOLAH: Siswa pulang sekolah dengan naik sepeda, di peringatan HAN tahun ini masih 4.745 anak tidak sekolah. (M. IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - PER 20 Juli 2026, dashboard ATS Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (kemendikdasmen) ATS di Kota Ledre mencapai 4.745 anak.

Kecamatan Tambakrejo tertinggi dengan 387 ATS, sementara Kecamatan Gayam terendah sebesar 36 ATS. Pada tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menargetkan 50 persen ATS tertangani atau kembali bersekolah.

Untuk mencapai target tersebut dinas pendidikan (Disdik) saat ini sedang melakukan verifikasi dan validasdi ATS di lapangan. Verval ATS ditargetkan selesai tiga minggu mendatang.

Kepala Disidk Bojongeoro Anwar Mukhtadlo mengatakan, di awal 2026 terdapat 5.610 ATS. Kemudian upaya dilakukan bersama operator pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) dan sekolah pendataan di lapangan. Per 20 Juli lalu ATS mencapai 4.745 anak. Sehingga ada penurunan sekitar 865 ATS.

‘’Terlebih data ATS sudah By Name By Address (BNBA),” ungkapnya.

Advertisement

Tadlo menjelaskan pada 18 Juni lalu kepala sekolah, operator, hingga PKBM dikumpulkan untuk bersama-sama melakukan verval di lapangan. Namun masih terdapat verval 1.320 ATS belum tertuntaskan. Targernya tiga minggu ke depan selesai.

‘’Ada beberapa residu data. Tepatnya ada nama ATS namun alamat tidak jelas. Ini masih mencari informasi,” jelasnya.

Menurut Tadlo ketika verval ATS selesai akan segera dilakukan koordinasi dengan lembaga terkait. Terlebih berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang ditangani semapi lulus SMA sederajat. Sehingga kewenangan tidak hanya disdik, namun Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur hingga Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro.

‘’Sengkuyung bersama, kewajiban bersama,” ungkapnya.

Dari data yang sudah diverval, ada ATS yang ingin kembali ke sekolah reguler, ada ATS tidak ingin sekolah reguler. Sehingga akan di tampung di PKBM. Tentu perlu dilakukan bersama intervensi yang sesuai.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ita Nur Faizah, Jadwalkan Hiking Tiap Bulan

Ita Nur Faizah, Jadwalkan Hiking Tiap Bulan

Layaknya Ita Nur Faizah, tak tahu jelas kapan hobi itu muncul, tapi bagi perempuan akrab disapa Ita itu, mendaki dan travelling adalah bagian dari kebahagiaan hidup.

Memasuki Penghujan, Jumlah Kebakaran di Bojonegoro Mulai Berkurang

Memasuki Penghujan, Jumlah Kebakaran di Bojonegoro Mulai Berkurang

Kebakaran di Bojonegoro mulai mereda pada penghujung Oktober 2026. Turunnya hujan di sejumlah wilayah turut menekan kebakaran, terutama pada lahan yang rentan terbakar saat musim kemarau.

Woodball Bojonegoro, 6 Medali Kejurprov Jatim 2026: TKA Menguji Pikiran, Woodball Butuh Ketelitian

Woodball Bojonegoro, 6 Medali Kejurprov Jatim 2026: TKA Menguji Pikiran, Woodball Butuh Ketelitian

Kesibukan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), mereka tetap membuktikan, semangat berprestasi tak harus memilih antara ruang kelas dan lapangan pertandingan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer