RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bojonegoro memasuki babak baru. Sebanyak 77 pengurus resmi dilantik untuk masa bakti 2026–2029 di Andrawina Hall Hotel Aston Bojonegoro, Sabtu (11/7). Dokter Pramono Apriawan Wijayanto kembali dipercaya memimpin organisasi profesi tersebut setelah terpilih dalam Musyawarah Cabang (Muscab) pada April lalu.
Ketua Panitia Pelantikan IDI Bojonegoro, dr. Anggraeni Indah Ekiyanti, mengatakan pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan estafet amanah untuk menjaga marwah profesi kedokteran sekaligus mempererat solidaritas antardokter.
"Semangat kami adalah menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Sesuai hasil Muscab, dr. Pramono Apriawan Wijayanto terpilih sebagai Ketua IDI Cabang Bojonegoro periode 2026–2029, sedangkan dr. Muhammad Lutfi Kurniawan memimpin Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Cabang Bojonegoro," ujar Anggraeni kepada Radar Bojonegoro.
Rangkaian pelantikan juga diisi seminar nasional yang menghadirkan narasumber dr. Boyke Dian Nugraha. Seminar tersebut diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri atas dokter, ahli gizi, tenaga keperawatan, bidan, apoteker, serta peserta dari berbagai profesi lainnya.
"Harapannya, kegiatan ini dapat melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, IDI Jawa Timur, panitia, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan," tuturnya.
Baca Juga: Ayo Daftar! IDI Cabang Bojonegoro Gelar Seminar Ilmiah Nasional dr. Boyke pada 11 Juli 2026
Ketua IDI Cabang Bojonegoro periode 2026–2029, dr. Pramono Apriawan Wijayanto, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hak-hak pelayanan kesehatan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat tenaga kesehatan semakin rentan menghadapi persoalan hukum, baik akibat kesalahpahaman maupun tuduhan malapraktik yang belum tentu terbukti.
"Dokter dan tenaga kesehatan bekerja sesuai standar profesi. Karena itu, opini publik yang berkembang harus disikapi secara bijaksana," ujarnya.
Pramono menambahkan, IDI Bojonegoro akan terus mendampingi para anggotanya melalui pendidikan berkelanjutan, penguatan sistem mediasi, hingga pendampingan dalam penyelesaian sengketa medis.
"Kami berharap Kejaksaan Negeri Bojonegoro dan seluruh pemangku kepentingan terus menjalin komunikasi dengan biro hukum dan pembelaan anggota IDI, serta selalu mengedepankan asas praduga tak bersalah," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua IDI Jawa Timur, dr. Saifudin Zukhri, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang mengalokasikan anggaran sektor kesehatan lebih dari 10 persen dari APBD.
Menurutnya, besarnya anggaran tersebut harus diiringi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
"Persentasenya sudah melampaui ketentuan nasional. Namun, yang terpenting bukan hanya angkanya, melainkan juga semangat dan ketulusan dalam memberikan pelayanan," tegasnya.
Baca Juga: IDI Bertekad Wujudkan Masyarakat Sehat Bermartabat
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sektor kesehatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga berpotensi menarik pasien dari luar daerah sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
"Kalau ada kebutuhan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, akan kami dukung. Tidak hanya rumah sakit pemerintah, tetapi juga rumah sakit swasta. Semua harus berkembang bersama karena pada akhirnya juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah," pungkasnya. (yna/zim)
Editor : Bhagas Dani Purwoko