Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

400 Hektare Tanaman Padi di Bojonegoro Terancam Gagal Panen

D
Penulis: Dewi Safitri❯
PANEN PADI: Petani memanen padi dengan mesin combi, tahun ini tercatat 43 hektare lahan gagal panen dan tidak mendapat AUTP. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)
PANEN PADI: Petani memanen padi dengan mesin combi, tahun ini tercatat 43 hektare lahan gagal panen dan tidak mendapat AUTP. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sekitar 400 hektare tanaman padi di Bojonegoro terancam mengalami gagal panen akibat kekeringan. Lahan tersebut merupakan areal tanam Musim Tanam (MT) III yang berada di Kecamatan Kedungadem dan Sukosewu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Zaenal Fanani mengatakan, seluruh tanaman padi pada MT II dipastikan selamat dari ancaman kekeringan sehingga dapat dipanen dengan baik.

Namun, masih ada sebagian petani yang tetap menanam padi pada MT III meski Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah menerbitkan surat edaran (SE) yang mengimbau agar tidak menanam padi di daerah yang tidak memiliki kecukupan sumber air.

Advertisement

"Kurang lebih ada 400 hektare yang berada di Kecamatan Kedungadem dan Sukosewu," ujarnya.

Zaenal menjelaskan, DKPP telah menyiapkan langkah antisipasi apabila tanaman padi tersebut mengalami gagal panen akibat kekeringan.

Advertisement

Petani yang tanaman padinya berusia kurang dari satu bulan per 20 Juli 2026 akan didaftarkan dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Sementara itu, bagi tanaman yang usianya telah melebihi satu bulan, DKPP akan mengupayakan bantuan benih padi.

"Bila usia tanam masih di bawah satu bulan per 20 Juli, petani akan didaftarkan ke AUTP. Jika sudah lebih dari satu bulan, kami akan mengupayakan bantuan benih padi," katanya.

Memasuki musim kemarau, Zaenal juga mengimbau petani agar beralih menanam komoditas yang lebih tahan terhadap minimnya pasokan air, seperti tanaman palawija atau tembakau. Menurutnya, kedua komoditas tersebut memiliki prospek pasar yang jelas.

"Musim kemarau tahun ini diperkirakan cukup baik. Sehingga kualitas tembakau, insya Allah, juga akan bagus," tambahnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

2.794 Anak di Bojonegoro Masih Berstatus ATS

2.794 Anak di Bojonegoro Masih Berstatus ATS

Penurunan jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Bojonegoro dari 5.610 menjadi 2.794 anak patut diapresiasi. Namun, capaian tersebut tidak boleh berhenti pada penurunan angka administratif.

Harga Beras di Bojonegoro Masih Mahal, Tembus Rp 16.000 Per Kilogram

Harga Beras di Bojonegoro Masih Mahal, Tembus Rp 16.000 Per Kilogram

Predikat Bojonegoro sebagai daerah penghasil padi terbesar nomor satu di Jawa Timur belum sepenuhnya menjamin harga beras di pasaran tetap terjangkau. Harga beras di tingkat toko justru mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 16 ribu per kilo

Ita Nur Faizah, Jadwalkan Hiking Tiap Bulan

Ita Nur Faizah, Jadwalkan Hiking Tiap Bulan

Layaknya Ita Nur Faizah, tak tahu jelas kapan hobi itu muncul, tapi bagi perempuan akrab disapa Ita itu, mendaki dan travelling adalah bagian dari kebahagiaan hidup.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer