Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sembilan Hari Tercatat 19 Kebakaran di Bojonegoro

M
Penulis: M. Irvan Romadhon❯
PADAMKAN API: Petugas Damkarmat Bojonegoro berjibaku memadamkan api. Sejak 1 Juli sudah tercatat 19 kejadian. (M. IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEGORO)
PADAMKAN API: Petugas Damkarmat Bojonegoro berjibaku memadamkan api. Sejak 1 Juli sudah tercatat 19 kejadian. (M. IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro selama ini hanya penindakan kebakaran. Sebaliknya, masih minim edukasi kepada masyarakat. Sehingga, sejak 1 Juli hingga kemarin (9/7), tercatat 19 kebakaran.

Penyebabnya meliputi pembakaran sampah daun kering hingga puntung rokok. Damkarmat Bojonegoro meminta masyarakat tidak menyalakan api terbuka tanpa pengawasan hingga menyediakan media pemadaman sederhana, seperti karung goni basah, ember air, hingga pasir di rumah masing-masing. Sehingga meminimalisir terjadinya kebakaran di musim kemarau ini.

Advertisement

Kepala Dinas Damkarmat Bojonegoro Siswoyo mengatakan, selama Juli sudah terjadi 19 musibah kebakaran. Termasuk kebakaran Rumah tidak berpenghuni di Jalan Dr.sutomo Kelurahan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro Rabu (8/7) lalu. Kebakaran tersebut terjadi akibat pembakaran sampah daun kering.

‘’Damkarmat memberikan sosialisasi kepada pemilik dan warga setempat, terkait bahaya pembakaran sampah yang menyebabkan korban jiwa maupun harta,cara mencegah kebakaran, penanganan awal kebakaran,” ujarnya.

Siswoyo menjelaskan pemerintah kabupaten (pemkab) Bojonegoro telah mengeluarkan surat imbauan kewaspadaan dan pencegahan bahaya kebakaran dalam rangka menghadapi musim kemarau. Tujuannya untuk meminimalisir terjadinya kebakaran pada musim kemarau.

Menurut Siswoyo dalam surat imbauan tersebut dijelaskan musim kemarau di wilayah Kabupaten Bojonegoro mulai memasuki pekan ketiga April. Sedangkan kondisi ekstrim diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.

Dalam rangka mengantisipasi dan meminimalisir risiko kebakaran yang meningkat pada musim kemarau, masyarakat diimbau tidak menyalakan api terbuka tanpa pengawasan yang memadai, termasuk kompor, lilin, dan sumber api lainnya.

Tidak membakar sampah di sekitar permukiman, terutama pada siang hari saat angin bertiup kencang. Hingga menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) atau media pemadaman sederhana, seperti karung goni basah, ember air, pasir di rumah masing-masing. (irv/msu)

Advertisement
Editor : Hakam Alghivari
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Layanan Damkar Tidak Terkendalan Kenaikan BBM, Truk Pemadam Pakai Solar Subsidi

Layanan Damkar Tidak Terkendalan Kenaikan BBM, Truk Pemadam Pakai Solar Subsidi

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi belum berdampak signifikan terhadap layanan publik di Blora. Layanan pemadam kebakaran maupun antar jemput pasien gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Soeprapto

Kerugian Kebakaran Pasar Randublatung Rp 1,3 Miliar

Kerugian Kebakaran Pasar Randublatung Rp 1,3 Miliar

Kejadian pahit menimpa Blora 24 tahun silam. Berdasar arsip Koran Jawa Pos Radar Bojonegoro edisi 27 Oktober 2002, terjadi kebakaran Pasar Induk Randublatung Jalan Raya Randublatung Cepu sekitar pukul 01.00 pada 26 Oktober 2002. 

Gardu Listrik PLN Terbakar, Hampir Seluruh Wilayah Blora Sempat Padam

Gardu Listrik PLN Terbakar, Hampir Seluruh Wilayah Blora Sempat Padam

Terbakarnya gardu PLN dengan daya 150 kV di Lingkungan Kajangan, Kelurahan Sonorejo, Kecamatan Blora, Senin malam (19/10), berdampak pada layanan listrik di hampir seluruh wilayah Kabupaten Blora.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer