RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pelaksanaan ground check data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN) berakhir kemarin (25/5), cek ulang data yang berlangsung sejak 11 Mei lalu ditemukan anomali data di lapangan.
Seperti adanya masyarakat yang tidak memiliki telepon genggam, hingga masyarakat masih menggunakan kayu bakar untuk memasak. Bahkan, data pengangguran, setelah cek ulang datanya ternyata pensiunan, yang memiliki penghasilan tetap setiap bulan.
Camat Padangan Novita Sari mengatakan pelaksanaan ground check DTSEN di Kecamatan Padangan sudah tuntas. Tentu sesuai dengan target yang tetapkan yaitu kemarin.
‘’GC (ground check) lapangan tuntas,” ungkapnya.
Novita menjelaskan, selama pelaksanaan ground check terdapat beberapa temuan berkaitan anomali. Seperti sda kesalahan pemahaman pencacah sebelumnya. Misalnya pada indikator, berapa nilai apabila rumah disewakan perbulan - karena rumah tidak disewakan.
Baca Juga: Ribuan ASN Bojonegoro Diterjunkan dalam Pelaksanaan Ground Check DTSEN
‘’Sehingga banyak dibuat Rp.0, padahal yang diminta adalah nilai taksiran,” jelasnya.
Selain itu, ada responden yang mengaburkan data. Misal pensiunan yang mendapat gaji pensiun, namun dilaporkan sebagai pengangguran, tanpa pendapatan sama sekali.
Juga anomali sesuai dengan kondisi sebenarnya. Misal ada rumah berlantai tanah, namun pemilik punya kambing sebanyak 20 ekor.
‘’Atau rumah beton keramik, namun masak menggunakan kayu bakar. Hingga rumah tangga yang kondisi rumahnya baik, namun tidak memiliki telepon genggam, karena dihuni lansia, yang merasa tidak butuh telepon genggam,” jelasnya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto mengatakan, hingga kemarin masih konsentrasi di DTSEN. Terlebih kemarin hari terakhir dioptimalkan selesai.
Terkait progres ground check DTSEN, Antok sapaannya mengaku hingga Sabtu (23/5) lalu capaian progres verval ulang DTSEN mencapai 85 persen. Sedangkan progres hingga Minggu (24/5) diperkirakan mencapai lebih dari 90 persen.
''Hari ini (kemarin) masih dihitung. Ground check masih berlangsung hingga malam,'' ungkapnya.
Baca Juga: Pemkab Bojonegoro Temukan Kesalahan Pencacahan DTSEN, Juga Banyak Data Belum Terisi
Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro Endah Retnaningroem menjelaskan, terdapat sekitar 384.000 KK yang dilakukan ground check.
Ground check dilakukan untuk memastikan data DTSEN valid. Sehingga dalam pemberian bantuan lebih tepat sasaran.
‘’Verval ulang data-data yang sebelumnya terdapat kejanggalan,” ungkapnya.
Menurut Endah selama pelaksanaan ground check ditemukan anomali yang sesuai dengan kondisi di lapangan atau sebenarnya. Seperti rumah tangga masih menggunakan kayu bakar untuk memasak sehari-hari.
‘’Ada lansia yang masih memasak menggunakan kayu bakar, walau sebenarnya memiliki elpiji,” jelasnya. (irv/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko