Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ribuan ASN Bojonegoro Diterjunkan dalam Pelaksanaan Ground Check DTSEN

Y
Infografis Pelaksanaan Ground Check DTSEN Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Infografis Pelaksanaan Ground Check DTSEN Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengerahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan ground check (GC) atau verifikasi lapangan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah tersebut dilakukan setelah ditemukan sejumlah anomali pada hasil verifikasi dan validasi (verval) data yang berlangsung Januari hingga April lalu.

Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro mencatat sekitar 2.580 aparatur sipil negara (ASN) diterjunkan membantu proses pengecekan data di seluruh desa dan kelurahan se-Bojonegoro.

Advertisement

“Semua OPD sudah bergerak membantu ground check data anomali hasil verval DTSEN sesuai wilayah tugas masing-masing,” kata Kepala Dinsos Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto, kemarin (15/5).

Antok, sapaan akrabnya, menjelaskan, kegiatan GC berlangsung mulai 11 Mei hingga 25 Mei mendatang. Pelaksanaan dilakukan bersama pihak kecamatan dan pemerintah desa (pemdes), sementara secara teknis dibantu Badan Pusat Statistik (BPS).

Advertisement

Menurut dia, para ASN tetap turun ke lapangan meski di hari libur. Bahkan, beberapa petugas harus menginap di rumah perangkat desa demi mempercepat proses verifikasi.

“Sampai hari ini meski hari libur, banyak teman-teman tetap turun ke desa didampingi perangkat desa. Ada juga yang menginap di rumah perangkat desa seperti di Kecamatan Margomulyo,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, masing-masing OPD dibagi ke sejumlah kecamatan. Dinas Perhubungan (Dishub) bertugas di Kecamatan Baureno, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PUBMPR) di Kecamatan Balen, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) di Kecamatan Margomulyo, Dinas Pendidikan (Dindik) di Kecamatan Sekar, serta Dinas Kesehatan (Dinkes) di Kecamatan Gondang.

Antok menambahkan, penentuan ASN yang dilibatkan diserahkan kepada masing-masing OPD. Namun, petugas yang diterjunkan diutamakan memiliki kemampuan teknologi informasi (IT).

“Senin dan Selasa kemarin diawali dengan rapat koordinasi di setiap kecamatan. Total ada sekitar 2.580 ASN yang dilibatkan,” jelasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemkab Bojonegoro Temukan Kesalahan Pencacahan DTSEN, Juga Banyak Data Belum Terisi

Pemkab Bojonegoro Temukan Kesalahan Pencacahan DTSEN, Juga Banyak Data Belum Terisi

Ground check DTSEN tersebut bakal berlangsung hingga 25 Mei mendatang. Kepala OPD, camat, hingga penyuluh pertanian dan peternakan menjadi petugas yang melaksanakan ground check. Hasilnya ditemukan banyak kesalahan dalam

Cek Bansos Mei 2026: Cara Lihat Angka Desil DTSEN Pakai HP dan Ketahui Penyebab Nama Hilang

Cek Bansos Mei 2026: Cara Lihat Angka Desil DTSEN Pakai HP dan Ketahui Penyebab Nama Hilang

Bansos Triwulan II-2026 cair! Segera cek kepesertaan Anda di DTSEN via aplikasi Cek Bansos. Pahami aturan angka Desil 1-4 agar bantuan tidak terhenti.

Temukan Data Janggal, Pemkab Bojonegoro Turun ke Lapangan Cek Ulang DTSEN

Temukan Data Janggal, Pemkab Bojonegoro Turun ke Lapangan Cek Ulang DTSEN

Pemerintah kabupaten (pemkab) Bojonegoro mulai hari ini (11/5) hingga 25 Mei mendatang melakukan ground check (verifikasi lapangan) ulang data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN). Ground check digelar menyusul ditemu

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer