RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Seorang dokter spesialis di Blora berinisial S membongkar dugaan perselingkuhan istrinya, EHF, yang menjabat sebagai kepala puskesmas, dengan pria berinisial DK yang juga merupakan kepala puskesmas di wilayah Blora.
Meski demikian, S mengaku kini memilih legowo, bahkan siap menjadi saksi jika keduanya menikah.
S sebelumnya telah melaporkan dugaan perselingkuhan tersebut ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Blora.
Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora dengan membentuk tim untuk melakukan penyelidikan.
Sebagai pelapor, S telah dimintai keterangan pada Rabu (4/3) di Kantor Dinkesda. Pemeriksaan berlangsung sekitar dua jam.
“Setengah sembilan sampai setengah sebelas. Kurang lebih dua jam,” ujar S. Ia menyampaikan, apresiasi atas respons cepat dari instansi terkait yang menindaklanjuti laporannya.
“Saya berterima kasih kepada Dinas Kesehatan, BKPSDM, dan inspektorat yang telah menyelidiki kasus ini. Saya mohon maaf bila atas laporan ini membuat ramai,” tuturnya.
S berharap persoalan yang menimpanya tidak terulang kepada pihak lain, khususnya di lingkungan aparatur sipil negara (ASN).
“Semoga ke depan sesama ASN lebih hati-hati, tidak terulang ke orang lain,” bebernya.
Ia juga berharap penanganan kasus tersebut dapat segera diselesaikan agar tidak berlarut-larut.
Kini, S mengaku telah legowo jika memang EH dan DK masih memiliki perasaan satu sama lain, termasuk jika sang istri memilih meninggalkannya. “Bila kedua orang tersebut masih memiliki rasa, saya ikhlaskan itu,” imbuhnya.
Baca Juga: Dinkes Blora Buka Suara Soal Dugaan Kasus Perselingkuhan Sesama Kepala Puskesmas
Bahkan, ia menyatakan kesiapannya apabila hubungan keduanya berlanjut hingga ke jenjang pernikahan.
“Kalau nanti mereka mengakui rasa, menikah, saya siap jadi saksi di nikahan mereka,” ucapnya pasrah. (ozi/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko