Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dokter Muda Soroti Tingginya Kasus Kusta di Blora

R
Penulis: Rahul Oscarra Duta❯
dr. Nur Aida Oktasari (RAHUL OSCARRA DUTA/RADAR BOJONEGORO)
dr. Nur Aida Oktasari (RAHUL OSCARRA DUTA/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Senyum tipis tersungging di wajah dr. Nur Aida Oktasari usai resmi dilantik sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Pendapa Kabupaten Blora. Dengan mata berkaca-kaca, perempuan berhijab hitam itu bergantian berfoto bersama Bupati Blora Arief Rohman dan Wakil Bupati Blora Sri Setyorini.

Di balik suasana haru tersebut, tersimpan tekad besar perempuan asal Blora itu. Dia ingin menjadi dokter spesialis kulit dan kelamin yang mengabdi di tanah kelahirannya sendiri.

Advertisement

Saat ini, Nur Aida tengah menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) bidang kulit dan kelamin di Universitas Gadjah Mada. Dia dipersiapkan menjadi dokter spesialis kulit dan kelamin untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan di RSUD Blora.

“Memang sejak kecil ingin jadi dokter. Setelah lulus kedokteran umum, saya diarahkan untuk lanjut spesialis kulit dan kelamin,” ujarnya kepada Radar Bojonegoro.

Advertisement

Usai menjalani masa magang, Nur Aida mendapat dorongan dari pihak rumah sakit untuk mengambil spesialis kulit dan kelamin. Pasalnya, kebutuhan dokter spesialis di RSUD Blora, RSUD Cepu, dan RSUD Randublatung masih belum terpenuhi.

Namun, bukan hanya kebutuhan tenaga medis yang membuatnya mantap memilih bidang tersebut. Tingginya kasus kusta atau lepra di Blora juga menjadi alasan kuat baginya untuk mengabdi.

“Angka kusta di Blora masih belum terkontrol. Dari situ saya merasa tergerak untuk ikut menangani kasus-kasus kusta di daerah sendiri,” katanya. (hul/zim)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemkab Blora Lantik 191 Pejabat, Bupati Wanti-Wanti Laporkan Kalau Ada Jual Beli Jabatan

Pemkab Blora Lantik 191 Pejabat, Bupati Wanti-Wanti Laporkan Kalau Ada Jual Beli Jabatan

Rotasi besar-besaran kembali terjadi di lingkungan Pemkab Blora. Sebanyak 191 pejabat administrator, pengawas, hingga pejabat fungsional resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Blora Arief Rohman di Pend

Kasus Bunuh Diri Marak di Kota Sate, Tapi Blora Hanya Punya Dua Psikolog Klinis

Kasus Bunuh Diri Marak di Kota Sate, Tapi Blora Hanya Punya Dua Psikolog Klinis

Maraknya kasus dugaan bunuh diri dalam sebulan terakhir, memunculkan sorotan terhadap minimnya layanan kesehatan mental di Kabupaten Blora. Saat ini, Kota Sate hanya memiliki dua psikolog klinis yang bertugas di dua ruma

Terdata 71 Penderita, Dua Anak Terjangkit Kusta

Terdata 71 Penderita, Dua Anak Terjangkit Kusta

Kasus kusta di Kabupaten Blora masih terdeteksi. Hingga kini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora mencatat 71 kasus baru. Mayoritas merupakan pasien dewasa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer