Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dinkes Blora Buka Suara Soal Dugaan Kasus Perselingkuhan Sesama Kepala Puskesmas

R
Penulis: Rahul Oscarra Duta❯

DUGAAN PERSELINGKUHAN: Kepala Dinas Kesehatan Blora Edy Widayat beri penjelasan terkait progres kasus dugaan perselingkuhan sesama kepala puskesmas.
DUGAAN PERSELINGKUHAN: Kepala Dinas Kesehatan Blora Edy Widayat beri penjelasan terkait progres kasus dugaan perselingkuhan sesama kepala puskesmas.


Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dugaan kasus perselingkuhan yang melibatkan dua Kepala Puskesmas di Blora masih dalam penyelidikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora. Dinkes akui adanya peristiwa tersebut.

Kepala Dinkes Blora Edy Widayat menjelaskan, pihaknya telah membentuk tim untuk menyelidiki dan menangani kasus dugaan perselingkuhan yang menggegerkan publik tersebut.

“Kami sedang dalami dulu. Laporan sudah masuk dari kemarin. Tim kami bentuk dari dinkes dan dari inspektorat maupun dari bagian hukum,” jelasnya.

Advertisement

Ia juga belum bisa memastikan sanksi yang akan diberikan karena masih proses penyelidikan. “Masih didalami dulu ya,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Blora Heru Eko Wiyono mengaku, pihaknya sudah menerima aduan dari terlapor.

Selanjutnya, berkas akan dikaji bersama tim terlebih dahulu. Ia menambahkan, untuk memproses aduan ini, nantinya akan dibentuk tim dari berbagai instansi.

Advertisement

“Dokumen bukti-bukti sudah ada. Kami dalami dulu juga ya bareng dinas terkait,” ujarnya. Untuk diketahui, seorang dokter spesialis berinisial SDA asal Cepu melaporkan istrinya yang juga seorang tenaga kesehatan atas dugaan perselingkuhan dengan sesama Aparatur Sipil Negara (ASN) lulusan Apoteker di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora.

Laporan tersebut ditujukan langsung kepada Bupati Blora. ​Dalam surat laporan tertanggal Juli 2025 tersebut, pelapor menyatakan, bahwa istrinya yang berinisial EHF yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas di salah satu Kecamatan di Blora diduga menjalin hubungan asmara dengan seorang pria berinisial DK yang juga menjabat sebagai Kepala Puskesmas.

​Pelapor mengungkapkan bahwa dugaan perselingkuhan ini telah ia ketahui sejak Januari 2025. Untuk memperkuat laporannya, dr. SDA melampirkan sejumlah barang bukti berupa tangkapan layar percakapan (chat), pesan langsung (DM) Instagram, serta bukti reservasi hotel (check-in) di Yogyakarta. (hul/bgs)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dokter Muda Soroti Tingginya Kasus Kusta di Blora

Dokter Muda Soroti Tingginya Kasus Kusta di Blora

Saat ini, Nur Aida tengah menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) bidang kulit dan kelamin di Universitas Gadjah Mada. Dia dipersiapkan menjadi dokter spesialis kulit dan kelamin untuk memenuhi kebutuhan laya

Pendaftaran CPNS Resmi Dibuka November 2026, PPPK Paruh Waktu Bakal Diangkat Penuh Waktu!

Pendaftaran CPNS Resmi Dibuka November 2026, PPPK Paruh Waktu Bakal Diangkat Penuh Waktu!

Siap-siap! Pendaftaran CPNS 2026 resmi dibuka November ini. Cek jadwal seleksi, syarat usia khusus jalur PNS, hingga kepastian nasib pengangkatan PPPK Paruh Waktu di sini!

Gerakan Sedekah Koin Umplung ASN Blora Tembus Rp 1 Miliar

Gerakan Sedekah Koin Umplung ASN Blora Tembus Rp 1 Miliar

Koin umplung yang dikumpulkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Blora tak sekadar recehan. Dari gerakan sedekah rutin itu, dana santunan anak yatim berhasil terkumpul hingga Rp 1 miliar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer