Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

RSUD R. Soetijono Masih Lakukan Investigasi Bayi Meninggal dengan Luka Bakar

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 13 September 2024 | 18:49 WIB

 

KLARIFIKASI: Direktur RSUD R. Soetijono Blora Puji Basuki klarifikasi terkait atas kejadian meninggalnya bayi dengan luka bakar.  (RAHUL OSCARRA DUTA/RADAR BOJONEGORO)
KLARIFIKASI: Direktur RSUD R. Soetijono Blora Puji Basuki klarifikasi terkait atas kejadian meninggalnya bayi dengan luka bakar. (RAHUL OSCARRA DUTA/RADAR BOJONEGORO)

BLORA, Radar Bojonegoro - Nasib malang menimpa salah satu keluarga di Kecamatan Ngawen. Bagaimana tidak, bayi laki-laki yang baru dilahirkan secara normal pada 31 Agustus oleh seorang Ibu berinisial S itu meninggal dunia pada 5 September.

Diduga karena kelalaian perawatan dari RSUD R. Soetijono Blora. Dalam pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, tubuh bayi mungil tersebut terdapat luka bakar di bagian perut hingga pinggang. Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Keperawatan RSUD R. Soetijono Blora Nanang Anacardia mengatakan, pihaknya akui ada permasalahan tersebut.

Ia menjelaskan, kronologi peristiwa itu. ’’Awalnya, pasien atau bayi tersebut lahir 31 Agustus pada sore hari. Lalu, setelah dicek, kondisi bayi dinyatakan kurang menguntungkan. Selanjutnya, dibawa ke Dokter Spesialis Anak untuk diterapi. Namun, kondisinya masih kritis dan ditransfer ke ruangan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan PICU (Pediatric Intensive Care Unit),” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro, Kamis (12/9).

Selanjutnya, pihaknya mengklaim, dalam proses pemindahan ke ruang kritis dan penaruhan di inkubator telah disetujui oleh keluarga. ’’Karena bayi tersebut kesulitan pada saluran pernafasan. Lalu, kami gunakan alat bantu pernafasan,” terangnya.

Kemudian, pada 2-3 September, kondisi bayi semakin memburuk. Lalu, dikonsultasikan lagi ke Dokter Spesialis Anak. ’’Setelah itu, dipasanglah ventilator. Kondisi memburuk, tidak bisa diinfus. Akhirnya, bayi dinyatakan meninggal pada 5 September pagi,” ujarnya.

Sementara itu, saat ditanya terkait luka bakar yang terdapat pada tubuh bayi, Direktur RSUD R. Soetijono Blora Puji Basuki masih belum memastikan penyebabnya. Sebab, masih perlu investigasi. ’’Jadi, kami masih belum bisa memastikan. Tim audit masih melakukan investigasi. Kami belum bisa melaporkan hasilnya,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, terkait perawat yang diduga melakukan kelalaian sudah dipindahtugaskan. ’’Sudah dipindah kemarin ke Dinas Kesehatan. Untuk evaluasi dan memudahkan kami investigasi,” ujarnya.

Selain itu, ia akui pihaknya telah memberikan akomodasi berupa tali asih kepada keluarga yang berduka. ''Bukan kompensasi. Hanya tali asih saja. Karena kami ikut turut berduka cita," ucapnya. Sampai berita ini diberitakan, keluarga korban masih belum bisa memberikan komentar karena sedang berduka. (hul/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kecamatan #keperawatan #keluarga korban #Ngawen #Berduka Cita #luka bakar #Meninggal #kelalaian #RSUD #Bayi