RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dua klub raksasa Premier League, Chelsea dan Manchester City, dilaporkan telah mengirimkan tim pemandu bakat mereka untuk memantau langsung perkembangan wonderkid sensasional asal Denmark yang baru berusia 17 tahun, Mikkel Bro Hansen.
Dilansir dari laman Sports Mole, striker jangkung bertinggi 188 cm kelahiran tahun 2009 ini kini tengah membela klub raksasa Eliteserien Norwegia, Bodo/Glimt, dan menjadi komoditas panas di Eropa.
Berdasarkan laporan dari media Skandinavia Tipsbladet, perburuan tanda tangan sang pemain dipastikan bakal sengit karena Barcelona, Newcastle United, Juventus, dan Ajax Amsterdam juga kedapatan mengirim perwakilan untuk mengamati langsung talenta super ini.
Siapa Mikkel Bro Hansen? Si Mesin Gol dari Skandinavia
Nama Mikkel Bro Hansen mendadak jadi buah bibir berkat efektivitasnya yang luar biasa di depan gawang lawan, baik di level klub maupun internasional. Didatangkan oleh Bodo/Glimt secara gratis dari Aarhus pada tahun 2025, pemain remaja ini langsung menggebrak lewat torehan statistiknya.
Berikut adalah bukti ketajaman Bro Hansen di atas lapangan:
-
Ia sukses mencatatkan 10 kontribusi gol hanya dalam 12 penampilan senior untuk Bodo/Glimt, di mana mayoritas gol tersebut lahir di ajang Piala Norwegia.
-
Striker masa depan ini mencetak hat-trick berturut-turut melawan Innstranda dan Junkeren selama dua babak awal kompetisi domestik tersebut.
-
Di kompetisi kasta tertinggi Norwegia (Eliteserien), ia sudah membukukan 1 gol dan 1 asis dari 8 penampilan pertamanya.
-
Ketajamannya di level internasional jauh lebih mengerikan; bersama tim nasional Denmark U-17, ia melesakkan 12 gol hanya dalam 15 pertandingan, termasuk satu gol penentu kemenangan 2-1 atas Montenegro di ajang Euro pada 26 Mei kemarin.
Sensasi Bodo/Glimt yang Mengguncang Eropa
Daya tarik Bro Hansen jelas tidak lepas dari meroketnya performa klubnya, Bodo/Glimt, yang sukses membuat kejutan besar di panggung UEFA Champions League (UCL) musim 2025-2026.
Secara tak terduga, tim asal Norwegia ini mampu melaju hingga babak 16 besar setelah sempat menumbangkan raksasa sekelas Manchester City dan Inter Milan di fase sebelumnya.
Meski langkah dongeng Bodo/Glimt akhirnya dihentikan oleh Sporting Lisbon dengan agregat 5-3, sorotan pemandu bakat dunia sudah terlanjur tertuju pada skuad mereka.
Baca Juga: Manchester United Kirim Mata-Mata demi Angkut 'Wonderkid' Juventus dan Raja Assist Inter Milan!
Bro Hansen sendiri memang belum mendapatkan menit bermain di fase gugur UCL, namun ia sudah mencicipi atmosfer kompetisi ini saat masuk sebagai pemain pengganti di laga kualifikasi melawan Sturm Graz pada Agustus 2025 lalu. Saat ini, sang pemain diketahui terikat kontrak hingga musim panas 2027.
Kritik untuk Chelsea: Hobi Koleksi 'Daun Muda' di Tengah Krisis
Di sisi lain, ketertarikan Chelsea terhadap Bro Hansen justru memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat sepak bola dan basis penggemar mereka sendiri.
Kebijakan transfer konsorsium BlueCo yang terlalu fokus menimbun pemain muda berbakat dianggap belum memberikan dampak instan yang konsisten bagi prestasi tim senior di lapangan.
Berdasarkan data nilai pasar skuad dari Transfermarkt, Chelsea saat ini memiliki tim dengan nilai akumulasi fantastis melebihi £1 miliar (sekitar Rp20,7 triliun).
Sayangnya, angka mahal tersebut berbanding terbalik dengan prestasi mereka. Setelah hubungan manajemen dengan manajer Enzo Maresca kandas dan eksperimen penunjukan Liam Rosenior juga berujung kegagalan, The Blues dipastikan absen dari seluruh kompetisi Eropa untuk musim depan.
Baca Juga: Bek Manchester United Tyrell Malacia Jadi Rebutan Sunderland dan Leeds United
Merencanakan proyek masa depan jangka panjang dengan memburu pemain seperti Bro Hansen tentu langkah yang bagus.
Namun, jika Todd Boehly dan Behdad Eghbali tidak segera mendatangkan pemain matang untuk mendongkrak performa tim saat ini, mereka terancam akan semakin kehilangan kepercayaan dan kesabaran dari para suporter setia Stamford Bridge. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko