RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di tangan Infitahatus Zahrotul Faroh, barang-barang bekas yang kerap dipandang sebelah mata berubah menjadi aneka kerajinan bernilai ekonomi.
Melalui kreativitasnya, mahasiswi Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro itu berhasil menyulap limbah menjadi produk yang tidak hanya menarik, tetapi juga menghasilkan keuntungan.
Perempuan berusia 21 tahun asal Desa Bogo, Kecamatan Kapas tersebut memanfaatkan waktu luangnya untuk membuat berbagai kerajinan tangan, mulai dari buket bunga, mahar pernikahan, seserahan, bunga kawat bulu (pipe cleaner), hingga gantungan kunci berbahan tutup botol bekas. Seluruh produk itu dipasarkan melalui usaha yang diberinya nama Byfita Crafty.
Baca Juga: Renata Octaviani: Woodball Bikin Percaya Diri
Kecintaannya pada dunia kerajinan tumbuh sejak duduk di bangku kelas X SMA. Berawal dari sekadar hobi mengisi waktu luang, Fita kemudian memberanikan diri memasarkan hasil karyanya melalui media sosial. Respons positif dari masyarakat membuat usahanya terus berkembang.
Kini, ratusan produk telah berhasil terjual, baik melalui pemasaran daring maupun bazar yang digelar di sekolah dan kampus.
Fita mengaku tergerak memanfaatkan barang bekas karena prihatin melihat banyak limbah, seperti botol plastik, gabus, dan koran, yang berakhir di tempat sampah.
Menurutnya, kreativitas tidak selalu membutuhkan bahan baku yang mahal. Barang-barang sederhana pun dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai jual.
Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Fita juga aktif mengikuti berbagai organisasi, komunitas, serta pelatihan public speaking dan kewirausahaan.
Berbekal pengalaman tersebut, ia kerap dipercaya menjadi pembawa acara maupun moderator dalam berbagai kegiatan.
Baginya, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan yang diperoleh.
Kepuasan terbesar justru hadir ketika hasil karyanya mampu membahagiakan pelanggan sekaligus menginspirasi orang lain untuk mulai berkarya. (ewi/zim)
Editor : Bhagas Dani Purwoko