Kesuksesan tidak datang dalam semalam. Hal itu dibuktikan oleh Faradina Rosita, pengusaha apotik dan klinik kesehatan yang berhasil mengembangkan jaringan usahanya dari satu apotek menjadi sejumlah unit layanan kesehatan di Bojonegoro hingga Tuban.
Perjalanan bisnisnya dimulai pada 2007. Saat itu, Faradina memberanikan diri membuka apotik di tengah persaingan yang masih relatif rendah dibandingkan saat ini. Berbekal ketekunan dan komitmen memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, usahanya perlahan tumbuh dan berkembang.
Seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, Faradina tidak hanya berhenti pada bisnis apotik. Ia kemudian memperluas layanan dengan membuka klinik kesehatan yang terintegrasi dengan apotek miliknya.
“Awalnya hanya beberapa dokter, kemudian bertambah dan terus bertambah,” tutur pemilik Apotek dan Klinik Faradina tersebut.
Perkembangan usaha yang positif mendorong Faradina untuk membuka cabang baru. Jaringan apotek miliknya kini tidak hanya berada di wilayah Kota Bojonegoro, tetapi juga telah menjangkau sejumlah kecamatan hingga Kabupaten Tuban.
Namun, setiap keputusan ekspansi tidak dilakukan secara terburu-buru. Sebelum membuka cabang baru, Faradina selalu melakukan kajian mendalam, terutama terkait potensi ekonomi dan kebutuhan masyarakat di wilayah yang menjadi target pengembangan usaha.
“Yang paling penting melihat perkembangan ekonomi dan potensi wilayah tersebut. Setelah yakin, baru kami memutuskan membuka cabang,” ujarnya.
Meski memiliki banyak unit usaha, Faradina tetap terlibat langsung dalam pengelolaan bisnisnya. Ia memilih untuk terus memantau kualitas pelayanan agar standar yang diterapkan tetap terjaga di seluruh cabang.
Bahkan, nomor telepon pribadinya dicantumkan dalam layanan konsumen. Langkah itu dilakukan agar dirinya dapat menerima masukan maupun keluhan pelanggan secara langsung.
“Saya menyertakan nomor ponsel saya di layanan konsumen. Jadi kalau ada komplain, saya bisa langsung mengetahuinya,” jelas perempuan yang juga merupakan pemilik Klinik Jantung dan Pembuluh Darah tersebut. (zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana