RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tingginya angka kecelakaan di ruas jalan nasional wilayah Bojonegoro menjadi perhatian serius Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Jatim–Bali Wilayah Bojonegoro–Ngawi. Sebagai langkah antisipasi, sejumlah rambu peringatan dipasang di titik-titik yang dinilai rawan kecelakaan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBJN Jatim–Bali Wilayah Bojonegoro–Ngawi Rizali Rahmanto mengatakan, pemasangan rambu dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan para pengguna jalan.
"Kami memperbanyak rambu-rambu peringatan agar pengguna jalan lebih berhati-hati," ujarnya.
Menurut Rizali, tingginya insiden kecelakaan di jalur nasional Bojonegoro mendorong pihaknya untuk melakukan berbagai upaya menekan angka kecelakaan. Tidak hanya melalui pemasangan rambu, perbaikan infrastruktur jalan juga terus dilakukan.
Salah satunya berupa penanganan kerusakan di ruas Bojonegoro–Padangan. Pada jalur dengan konstruksi beton, dilakukan perbaikan terhadap beton yang mengalami keretakan maupun pecah akibat kondisi tanah yang bergerak.
Baca Juga: Instalasi RME di Rumah Sakit Bojonegoro Hampir Tuntas, Sisakan RSUD Kepohbaru
"Kami melakukan leveling aspal untuk menjaga keselamatan pengguna jalan," jelasnya.
Ia menerangkan, sejumlah ruas jalan nasional di wilayah tersebut memang kerap mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah. Kondisi itu menyebabkan konstruksi beton retak hingga merekah dengan celah yang cukup lebar.
Perbaikan terhadap kerusakan tersebut telah dimulai sejak sepekan lalu dengan mengganti bagian beton yang rusak menggunakan beton baru.
"Penggantian dilakukan pada ruas yang mengalami kerusakan saja," katanya.
Rizali menambahkan, proses perbaikan jalan beton membutuhkan waktu yang cukup panjang. Pekerjaan ditargetkan rampung hingga akhir tahun ini.
Selain itu, perbaikan juga dilakukan pada jalan aspal yang berlubang. Namun, penanganan masih dilakukan dengan metode tambal sulam dan belum dilakukan pengaspalan ulang secara menyeluruh. (zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana