Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pemkab Blora Butuh 1.350 Hektare untuk Kawasan Industri Terpadu

Rahul Oscarra Duta • Jumat, 22 Mei 2026 | 09:20 WIB
WACANA: Siteplan kawasan industri terpadu (KIT) yang saat ini sedang didorong realisasinya. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
WACANA: Siteplan kawasan industri terpadu (KIT) yang saat ini sedang didorong realisasinya. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kabupaten Blora mulai serius menyiapkan kawasan industri terpadu (KIT) untuk menarik investasi besar dan membuka ribuan lapangan pekerjaan baru. Kawasan yang direncanakan seluas 1.350 hektare itu diproyeksikan menjadi pusat industri padat karya hingga manufaktur berbasis teknologi.

Penggagas Kawasan Industri Blora sekaligus Komisaris BPE Blora, Seno Margo Utomo mengatakan, pengembangan KIT nantinya dilakukan secara bertahap dan masih memungkinkan diperluas sesuai kebutuhan investasi kedepan.

“Harapannya industri padat karya seperti sepatu, tekstil, dan manufaktur bisa masuk ke Blora. Tapi kalau ada industri berbasis teknologi juga tidak masalah,” ujarnya.

Menurut dia, keberadaan kawasan industri tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan lapangan kerja di Blora, sekaligus menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat.

Baca Juga: Lokasi Pembangunan Yonif TP Blora Bakal Gunakan 77,8 Hektare Lahan Kawasan Hutan

“Blora butuh banyak lapangan kerja baru. Efek bergandanya juga diharapkan besar untuk masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto bersama rombongan juga melakukan kunjungan ke KEK Industropolis Batang, sebagai bahan studi pengembangan kawasan industri di Blora.

Menurut Siswanto, kawasan yang sebelumnya bernama Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) itu mulai dirintis pada 2020 dan diresmikan Presiden Joko Widodo. Kemudian pada 2025 berubah status menjadi KEK Industropolis Batang dan kembali diresmikan Presiden Prabowo Subianto.

“Sejak berdiri tahun 2021, sudah ada delapan pabrik dengan tenaga kerja mencapai 23.237 orang dan investasi asing sekitar Rp 25 triliun,” terangnya.

Ia menyebut luas kawasan KEK Batang mencapai 4.300 hektare. Namun saat ini pembangunan pabrik baru mencakup sekitar 400 hektare. Bahkan, ada sekitar 90 perusahaan yang masih antre membangun pabrik di kawasan tersebut.

Menurut Siswanto, keberhasilan KEK Batang menjadi gambaran potensi besar kawasan industri terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, DPRD berharap KIT Blora nantinya dapat berkembang minimal pada level nasional.

“Kalau KEK Batang level internasional, kami berharap KIT Blora bisa level nasional,” tandasnya. (hul/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kawasan industri #kit #Lapangan Kerja #industri #blora