RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Ratusan kelompok tani (poktan) di Kabupaten Blora mendapat angin segar. Menjelang musim kemarau, bantuan benih padi dan jagung mulai dikucurkan. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah lumbung pangan tersebut.
"Memang saat ini Blora dapat bantuan bibit padi dan jagung dengan total luasan 5.800 hektare," terang Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Peternakan (TPHPP) Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora Rosalia Diah Erawati.
Era, sapaan akrabnya merinci bahwa sumber bantuan berasal dari dua pintu. Yakni, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) seluas 2.500 hektare untuk bibit jagung. Serta bantuan dari Pemprov Jateng berupa bibit padi seluas 3.000 hektare dan jagung 300 hektare.
Persebaran bantuan ini melibatkan ratusan poktan. "Untuk keterlibatan kelompok tani dari provinsi, padi ada 106 kelompok tani, jagung 15 kelompok tani. Kemudian untuk APBN 75 kelompok tani," imbuhnya.
Baca Juga: Jelang Iduladha, DP4 Blora Gencarkan Vaksinasi PMK Untuk Hewan Kurban
Penyaluran bibit akan difokuskan pada wilayah yang memiliki kesiapan sarana prasarana, terutama pengairan. Khusus untuk padi, konsentrasi tanam diarahkan ke wilayah Blora bagian selatan.
"Jelang kemarau ini memang untuk bibit padi, dikhususkan ditanam yang memiliki irigasi air yang baik. Saat ini yang bagus itu Blora, Cepu, Kradenan, Kedungtuban, dan Randublatung," jelasnya.
Pihaknya berharap kucuran bantuan ini mampu mendongkrak produktivitas pertanian di Blora. Terlebih, Blora merupakan salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Tengah. Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah diharapkan membuat sektor pertanian tetap tangguh di tengah ancaman kemarau. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana