RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bupati Blora Arief Rohman mendorong agar nilai-nilai ajaran Samin dikenalkan kepada generasi muda melalui literasi sekolah.
Hal itu disampaikan pada peringatan 119 tahun perjuangan Mbah Samin Surosentiko di Pendopo Pengayoman Mbah Samin Surondiko, Desa Ploso Kediren, Randublatung, dimanfaatkan
Acara tersebut dihadiri Sedulur Sikep dari berbagai daerah, mulai Blora, Bojonegoro, Ngawi, Pati, Grobogan hingga Rembang. Bupati Arief menilai, ajaran Samin bukan sekadar warisan budaya. Melainkan nilai-nilai di dalamnya relevan untuk pendidikan karakter anak-anak.
Menurutnya, Sedulur Sikep hingga kini masih konsisten menjaga dan menghidupkan ajaran Mbah Samin Surosentiko. ‘’Pemerintah Kabupaten Blora sangat mengapresiasi sedulur semua yang masih uri-uri tradisi yang menurut saya luar biasa,” kata Bupati Arief.
Dia mengatakan, ajaran Samin yang menekankan kejujuran, kesederhanaan, dan kebersamaan layak diperkenalkan lebih luas kepada pelajar. Salah satunya melalui buku, tulisan, atau literasi yang dapat diakses di sekolah.
‘’Kalau bisa tulisan-tulisan tentang Samin diperbanyak dan dimasukkan ke perpustakaan sekolah, agar menjadi wawasan bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Arief juga berharap, sejarah perjuangan Mbah Samin tidak hanya berhenti sebagai cerita turun-temurun di komunitas Sedulur Sikep. Menurutnya, kisah tersebut perlu dibukukan agar menjadi sumber pengetahuan yang dapat dipelajari generasi berikutnya.
‘’Harapan kami, sejarah perjuangan ini bisa dibukukan sehingga menjadi literasi bagi anak-anak sekolah di Blora,” tambahnya.
Sebagai bentuk penghormatan, nama Samin Surosentiko kini telah diabadikan di sejumlah fasilitas publik di Blora. Diantaranya Gedung Samin Surosentiko serta RSUD Randublatung Samin Surosentiko. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana