RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temayang belum beroperasi maksimal, sebatas layanan dasar. Alasannya masih proses perbaikan dari hasil visitasi tim provinsi yang menyatakan dua ruang tak sesuai standar.
Yakni ruang instalasi gawat darurat (IGD) dan ruang operasi atau operating kamer (OK). Alasannya, karena bangunan sudah lama dibangun, sekitar tiga tahun silam.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Ninik Susmiati menyampaikan, RSUD Temayang sudah beroperasi, karena sudah fasilitasnya. Namun, hanya layanan dasar.
"Untuk beri layanan lanjutan sebagai rumah sakit harus menunggu beberapa ruangan setelah kemarin visitasi tim provinsi," katanya saat wawancara cegat pascamenghadiri Festival Tahfidz Quran Radar Bojonegoro, Rabu (11/3).
Dia mengatakan, ada dua ruangan tidak sesuai. Yakni, ruang IGD dan ruang operasi. Alasannya, karena bangunan sudah lama dibangun, sekitar dua atau tiga tahun lalu.
"Ada ruangan tidak sesuai, ruangan IGD dan OK. Alur IGD ini kan harus standar, alur pasien masuk dan keluar. Lagi kami sesuaikan," katanya.
Dia melanjutkan, penyesuaian dilakukan di antaranya pergantian pintu IGD yang harus menggunakan pintu sliding atau pintu geser. Dan, ruangan belakangnya tidak boleh ada skat melainkan harus plong. "Namnya IGD man kondisi emergency kalau nabrak bahaya, pintu harus sliding," beber dia.
Ninik menegaskan, mengoperasikan layanan rumah sakit secara optimal hingga tingkat lanjutan menunggu hasil perbaikan. Targetnya rampung sekitar sebulan ke depan. Paling lambat awal Mei.
"Kami targetkan satu bulan perbaikan. Paling lambat awal Mei, nanti ada grand launching," katanya.
Sementara itu, sebelumnya, di RSUD Temayang menyiapkan 12 dokter spesialis. Di antaranya dokter spesialis penyakit dalam, bedah, obgyn, anak, mata, gigi anak dan dewasa, hingga radiologi. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana