Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kesadaran Cek Kesehatan Rendah, Dinkes Bojonegoro Laksanakan Jemput Bola

Hakam Alghivari
Penulis: Hakam Alghivari❯
PROGRAM : Para siswa mengikuti cek kesehatan gratis di SMPN 1 Padangan 2025. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
PROGRAM : Para siswa mengikuti cek kesehatan gratis di SMPN 1 Padangan 2025. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kesadaran masyarakat Bojonegoro untuk melakukan cek kesehatan secara rutin dinilai masih belum optimal. Kondisi ini terlihat dari belum maksimalnya partisipasi warga dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara sukarela.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Ninik Susmiati mengatakan, jika hanya mengandalkan kunjungan ke puskesmas, jumlah masyarakat yang memeriksakan diri cenderung terbatas.

Advertisement

“Kalau kami menunggu masyarakat datang ke puskesmas ya tidak maksimal yang datang. Maka kami jemput bola dengan membuka layanan di kantor kecamatan, balai desa, posyandu dan di kegiatan warga,” ujarnya, Jumat (24/4) lalu.

Menurutnya, layanan jemput bola juga dilakukan di tingkat kabupaten dengan menyasar lingkungan perkantoran. “Yang di kabupaten, di pendopo dan OPD-OPD. Kami jadwal dan kami datangi untuk cek kesehatan gratis ini,” imbuhnya.

Advertisement

Tahun ini merupakan pelaksanaan kedua program ini. Tahun 2025 lalu target CKG sebanyak 36 persen penduduk. Dinkes Bojonegoro mampu melampaui target, 40,41 persen atau sekitar 535.559 jiwa telah dilakukan cek kesehatan, capaian itu membuat kota ledre menduduki peringkat ke-2 se-Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kedungadem dr. Aulia Mustika Devi menjelaskan, layanan CKG diberikan sesuai kelompok usia. Pada bayi dilakukan skrining penyakit bawaan, sedangkan balita dan anak difokuskan pada pemantauan pertumbuhan serta deteksi stunting dan TBC.

“Pada balita dan anak-anak dilakukan pemantauan pertumbuhan untuk mendeteksi stunting serta skrining potensi TBC, obesitas, dan gula darah,” katanya.

Dia menambahkan, pada remaja dilakukan pemeriksaan hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi anemia. Sementara pada orang dewasa, pemeriksaan meliputi tekanan darah dan gula darah, termasuk skrining kanker serviks dan payudara bagi perempuan. (kam/bgs)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Operasional RSUD Temayang Belum Jelas, DPRD Desak Bentuk Tim Percepatan

Operasional RSUD Temayang Belum Jelas, DPRD Desak Bentuk Tim Percepatan

Waktu operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temayang belum dipastikan.

Lima Puskesmas di Bojonegoro Belum Memiliki Lahan, Pengadaan Tanah Dianggarkan di P-APBD

Lima Puskesmas di Bojonegoro Belum Memiliki Lahan, Pengadaan Tanah Dianggarkan di P-APBD

Sebanyak lima pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) berdiri di atas lahan pihak ketiga. Sehingga, Pemkab Bojonegoro merencanakan pengadaan lahan untuk meningkatkan pelayanan.

Gedung Baru Puskesmas Tanjungharjo Mulai Beroperasi, Layani Rawat Inap 24 Jam

Gedung Baru Puskesmas Tanjungharjo Mulai Beroperasi, Layani Rawat Inap 24 Jam

Puskesmas Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, resmi beroperasi di gedung baru pada Selasa (30/6). Peresmian dipimpin langsung Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah sebagai bagian dari upaya pemerint

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer