RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) di alun alun membuat mereka gelisah. Sebab, mereka belum mendapatkan kepastian tentang tempat berjualan yang baru.
Tidak hanya di alun-alun, PKL di Taman Seribu Lampu Cepu juga bakal direlokasi.
Adil, salah satu pedagang mengatakan, Pemkab Blora sudah menyurati para pedagang area alun - alun agar segera pindah.
"Kita sadar ini bukan lahan kita, jadi kita tetep patuh aturan apabila nantinya di pindah,"katanya.
Adil sudah berjualan sejak tahun 2010 di kawasan alun alun. Penghhasilnya lumayan. Yakni, berkisar Rp800 ribu – Rp1,2 juta per hari.
Hingga kini belum ada kepastian tempat relokasi para pedagang. Hal itu membuat para pedagang bingung.
"Kabarnya sih di Pasar Sido Makmur. Tapi jika itu terjadi harapannya nanti penataannya harus di tata jangan berjejer angkringan semua. Harus diselang seling," ujarnya.
Wakil Bupati Blora Sri Setyorini menyampaikan bahwa Pemkab Blora sedang menindak lanjuti perintah dari pusat. Yakni, melakukan gerakan Indonesia Asri di tingkat daerah.
"Sebagai bawahan kita hanya menjalankan perintah saja,"ucapnya.
Gerakan ini tak sekedar bersih-bersih namun mengembalikan fungsi ruang terbuka hijau di sejumlah titik di Kabupaten Blora. Dimana tempat tersebut juga sudah di lindungi peraturan daerah maupun peraturan menteri.
"Alun - alun dan taman seribu lampu di Kecamatan Cepu pedagang akan kita tertipkan,"katanya
Ia menambahkan, penertiban tersebut sudah di rapatkan bahkan pedagang sudah disosialisasi jauh hari. Saat ini Pemkab Blora memberikan keringanan menggunkan tempat sampai akhir ramadan.
"Banyak pedagang meninggalkan barang di tempat, dan pot bunga dibuat buangan gelas dan piring pecah dan sampah itu mengganggu estetika,"tambahnya. (ozi/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana