RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Setelah hangus dilalap api dan menimbulkan kerugian Rp 30,69 miliar, Pasar Induk Ngawen akhirnya bangkit. Proyek senilai Rp 30 miliar dari APBN itu kini dikebut. Targetnya atap terpasang saat libur Lebaran dan bangunan tuntas pada Juni mendatang.
Diketahui, pembangunan kembali Pasar Ngawen dimulai pertengahan November 2025 dengan masa kerja 240 hari kalender atau sekitar delapan bulan.
Pada akhir Desember 2025 lalu, proyek ini juga ditinjau juga Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmad Pambudy bersama Bupati Blora Arief Rohman.
Kini Kasubdit Wilayah II Direktorat Infrastruktur Dukungan Perekonomian, Peribadatan, Kesehatan, Olahraga dan Sosial Budaya ( IDPPKOSB) Dendy Kurniadi memastikan pengerjaan Pasar Ngawen terus digenjot agar bisa selesai lebih cepat dari jadwal kontrak.
“Kami menargetkan saat libur Hari Raya atap bangunan sudah terpasang. Sesuai kontrak Juli 2026 selesai, tapi kami upayakan bisa rampung Juni agar bisa dimanfaatkan saat libur sekolah,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, selain pembangunan gedung pasar, proyek juga mencakup penanganan persoalan genangan air di permukiman sekitar pasar. Nantinya akan dibangun saluran pembuangan yang langsung terhubung ke sungai guna mengurangi risiko banjir saat musim hujan.
“Ternyata saat musim hujan kampung sebelah pasar sering tergenang. Kita buatkan saluran pembuangan yang langsung terhubung ke sungai,” ujarnya.
Wakil Bupati Blora Sri Setyorini turun langsung ke lokasi memastikan progres pembangunan berjalan sesuai jadwal. harapannya tak ada kendala yang menghambat proyek strategis tersebut.
Wabup menekankan pentingnya komunikasi intensif antar pihak. Menurutnya, proyek sebesar ini tak boleh tersendat gara-gara miskomunikasi.
“Kalau ada kendala, segera disampaikan. Sinkronkan cepat supaya target tercapai tepat waktu,” pesannya kepada pelaksana proyek.
Saat ini pekerjaan difokuskan pada pemadatan tanah, pendirian tiang struktur utama, pengecoran lantai, hingga pembangunan saluran air bersih dan drainase. Harapannya pasar baru nanti tak hanya lebih representatif dan aman, tetapi juga menjadi roda kebangkitan ekonomi masyarakat Ngawen. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana