Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tanah Amblas di Trucuk Mengancam Permukiman Warga, Dipicu Luapan Kali Kening

Yana Dwi Kurniya Wati • Kamis, 23 April 2026 | 07:45 WIB
ROBOH: Sebagian rumah warga roboh karena tanahnya amblas.  (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
ROBOH: Sebagian rumah warga roboh karena tanahnya amblas. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Peristiwa tanah amblas (sleding) terjadi di Desa Seranak, Kecamatan Trucuk. Mengakibatkan sejumlah permukiman warga terancam longsor.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Heru Wicaksi menjelaskan, fenomena tanah amblas dipicu tingginya curah hujan yang menyebabkan luapan Kali Kening.

"Sejak awal Maret hingga saat ini, hujan yang terjadi terus-menerus membuat debit air Kali Kening naik turun. Kondisi tersebut mengakibatkan tanah di sekitar lokasi mengalami amblas secara bertahap,” ujar Heru, kemarin (22/4).

Dia melanjutkan, laporan resmi terkait kejadian ini sendiri diterima BPBD pada Selasa (21/4) dari pemerintah desa (pemdes) setempat. Usai menerima laporan, petugas BPBD melakukan asesmen kelokasi kejadian.

Berdasarkan hasil asesmen, tanah amblas dilaporkan memiliki panjang mencapai 380 meter dengan kedalaman sekitar satu meter. Sejumlah lahan milik warga terdampak cukup parah, di antaranya milik Warsito, 66, dengan area terdampak seluas 17 x 12 meter, serta milik Mujiono, 51, seluas 8,5 x 5 meter.

Baca Juga: 11 Rumah Terdampak Longsor di Sungai Tidu dan Bengawan Solo Bojonegoro

Sebagai langkah awal, BPBD tmenyalurkan bantuan berupa sembako dan terpal kepada warga terdampak. Juta, berkoordinasi dengan pemdes untuk pengajuan bantuan lanjutan.

"Kami telah menyarankan pemerintah desa untuk segera mengajukan proposal kepada bupati dengan tembusan ke BPBD, agar penanganan dapat dilakukan secara lebih maksimal,” kata Heru.

Pemerintah desa setempat mengajukan kebutuhan bronjong sebanyak 25 lembar guna memperkuat struktur tanah dan mencegah perluasan area amblas. Upaya penanganan melibatkan berbagai pihak, antara lain BPBD, perangkat desa, Satpol PP, TNI, dan Polri yang bersama-sama melakukan pemantauan serta mitigasi di lokasi.

Meski demikian, hingga kemarin warga masih bertahan di rumah masing-masing. Bahkan, salah satu rumah milik Warsito telah mulai direnovasi. "Karna hanya ini rumah, jadi mau gimana lagi," ujar Warsito. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#tanah amblas #longsor #bpbd bojonegoro #trucuk #Pemukiman