RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pengelola madrasah diniyah (madin) yang mengajukan penerima Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS) atau BosDa Madin cukup gelisah, khususnya pengelola yang lembaganya dikabarkan tak lolos verifikasi.
Dinas pendidikan (disdik) menegaskan, belum ada lembaga yang tidak lolos, karena proses verifikasi masih berlangsung. Bahkan, Kementerian Agama (kemenag) dan Dinas Pendidikan (Disdik) mengagendakan verifikasi ulang bersama hari ini (17/3).
Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Bojonegoro Sun’an mengatakan, hingga kemarin (16/3) belum menerima data hasil verifikasi madin yang mengajukan BPPDGS dari disdik.
Namun hari ini ada agenda verifikasi ulang yang dilakukan kemenag dan disdik.
‘’Pukul 09.00,” ungkapnya kemarin (16/3)
Sun’an menjelaskan, untuk kepastian data jumlah madin yang mengajukan bosda madin menunggu hasil verifikasi pagi ini. Termasuk jumlah madin lolos atau tidak.
‘’Hasilnya menuggu verifikasi,” terangnya.
Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Mutu PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdik Bojonegoro Rasmadi mengaku, data lembaga madin yang tak lolos verfikasi belum ada. Terlebih verifikasi masih berlangsung.
‘’Masih proses (verifikasi),” ungkapnya.
Rasmadi menjelaskan, proses verifikasi membutuhkan waktu yang panjang. Termasuk jumlah anggaran juga belum diketahui untuk bantuan bagi operasional madin tersebut.
‘’Anggaran belum ada ini semua berproses,” ujaranya
Sebelumnya terdapat infomasi ada ratusan madin yang tidak lolos verifikasi penerima BPPDGS. Penyebabnya eror pada sistem Education Management Information System (EMIS).
Sehingga data santri dan guru yang dimasukkan tak terbaca di sistem. Padahal data jumlah santri dan guru menjadi salah satu poin verifikasi. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana