Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dulu Dianggap Kampungan, Sekarang Justru Jadi Ciri Rumah Tropical Modern

Hakam Alghivari • Rabu, 3 Juni 2026 | 21:18 WIB
Ilustrasi rumah tropis modern yang estetik. (AI/HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi rumah tropis modern yang estetik. (AI/HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tren rumah modern belakangan ini mulai bergerak ke arah yang menarik. Jika dulu banyak orang berlomba membuat rumah terlihat modern dengan membuang hampir semua unsur rumah lama, kini justru banyak elemen tradisional Indonesia kembali digunakan.

Menariknya, elemen-elemen tersebut bukan hadir sebagai dekorasi nostalgia semata. Banyak arsitek dan desainer interior mulai sadar bahwa rumah-rumah tropis Indonesia sebenarnya sejak dulu sudah dirancang sangat cocok dengan iklim dan cara hidup masyarakatnya.

Bedanya, sekarang elemen-elemen lama itu diolah dengan pendekatan yang jauh lebih estetis dan terencana.

Baca Juga: Material Rumah yang Membuat Interior Terasa Dingin dan Nyaman Secara Alami

Jika dulu roster hanya dianggap lubang angin biasa, kini penempatannya diperhitungkan untuk menciptakan permainan cahaya alami. Batu sikat yang dulu identik dengan rumah sederhana sekarang dipadukan dengan pencahayaan hangat dan lanskap tropis agar terlihat lebih elegan. Bahkan jendela nako dan kursi rotan kembali digunakan bukan sekadar karena nostalgia, tetapi karena mampu menghadirkan kenyamanan yang sulit digantikan material modern yang terlalu kaku.

Karena itulah rumah tropical modern terasa berbeda. Rumah tidak hanya dirancang untuk terlihat bagus di foto, tetapi juga nyaman dihuni dalam jangka panjang.

Baca Juga: Rumah yang Terlalu Mengkilap Ternyata Membuat Ruangan Cepat Terasa Panas dan Melelahkan

Roster, Lubang Angin yang Kini Justru Terlihat Artistik

Dulu roster identik dengan rumah-rumah sederhana di daerah tropis. Biasanya dipasang di dapur, kamar mandi, atau bagian atas dinding agar udara tetap mengalir.

Banyak rumah modern sempat menghilangkan roster karena dianggap membuat rumah terlihat “kurang rapi”.

Namun sekarang pandangannya berubah.

Roster justru kembali digunakan sebagai elemen visual yang membuat rumah terasa lebih hidup. Cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah roster menciptakan bayangan alami di lantai dan dinding. Efeknya sangat khas dan tidak bisa digantikan material modern biasa.

Menariknya, penggunaan roster saat ini jauh lebih diperhitungkan. Bentuk, pola, arah cahaya, hingga posisi matahari mulai menjadi bagian dari desain rumah. Karena itulah roster modern sering terlihat sangat artistik meski materialnya sederhana.

Selain estetik, roster juga membuat rumah terasa lebih adem karena udara dapat bergerak secara alami. Itulah sebabnya material ini mulai banyak digunakan pada rumah tropical modern yang ingin tetap sejuk tanpa terlalu bergantung pada pendingin ruangan.

Baca Juga: 7 Ide Warna Cat untuk Dapur Minimalis yang Membuat Rumah Terasa Lebih Tenang dan Nyaman

Batu Sikat, Material Lama yang Kini Terlihat Mahal

Ada masa ketika batu sikat dianggap sebagai material rumah lama yang kasar dan kurang modern. Padahal material ini sebenarnya sangat cocok untuk iklim tropis Indonesia.

Permukaannya tidak licin, tidak menyimpan panas berlebihan, dan terasa nyaman digunakan pada area outdoor maupun semi outdoor.

Kini batu sikat kembali populer, terutama pada:

Baca Juga: 7 Warna Kamar Tidur yang Dipercaya Bisa Membuat Tidur Lebih Cepat, Menurut Psikologi Warna

Namun yang membuat tampilannya terasa berbeda sekarang adalah cara pengolahannya.

Batu sikat modern biasanya dipadukan dengan:

Hasilnya bukan lagi terlihat seperti rumah lama biasa, tetapi menghadirkan suasana resort yang hangat dan menenangkan.

Banyak desainer mulai menyadari bahwa tekstur alami seperti ini justru membuat rumah terasa lebih “hidup” dibanding permukaan modern yang terlalu licin dan seragam.

Jendela Nako, Dulu Jadul Sekarang Dicari Lagi karena Bikin Rumah Adem

Jendela nako pernah menjadi bagian yang sangat umum pada rumah-rumah Indonesia. Namun ketika desain minimalis modern mulai populer, model ini perlahan ditinggalkan karena dianggap kuno.

Padahal jika dilihat dari fungsi, jendela nako sebenarnya sangat cocok untuk negara tropis.

Susunan kacanya memungkinkan udara terus mengalir meski hujan turun. Rumah terasa lebih sejuk tanpa harus selalu menyalakan AC.

Kini banyak rumah modern mulai kembali memikirkan ventilasi alami. Orang mulai sadar bahwa rumah yang nyaman bukan hanya soal tampilan, tetapi juga soal bagaimana udara bergerak di dalam ruang.

Karena itu konsep bukaan besar dan ventilasi silang kembali menjadi perhatian, termasuk melalui inspirasi jendela-jendela model lama yang dulu sempat dilupakan.

Yang menarik, jendela nako sekarang juga mulai hadir dengan desain yang lebih bersih dan modern. Frame dibuat lebih tipis, warna lebih netral, dan penempatannya lebih menyatu dengan konsep rumah secara keseluruhan.

Baca Juga: Jenis Fitting Lampu yang Cocok untuk Dapur Tema Industrial, Bikin Ruang Masak Terlihat Lebih Estetik dan Fungsional

Hasil akhirnya terasa jauh lebih estetik tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai sumber sirkulasi udara alami.

Kursi Rotan, Furnitur Lama yang Membuat Rumah Terasa Lebih Santai

Dulu kursi rotan hampir selalu ada di rumah-rumah lama Indonesia. Biasanya diletakkan di ruang tamu atau teras sebagai tempat duduk santai sore hari.

Namun ketika furnitur modern mulai didominasi material glossy dan bentuk kaku, rotan perlahan dianggap tidak lagi mewah.

Sekarang situasinya justru berbalik.

Rotan menjadi salah satu material paling populer dalam desain tropical modern dan Japandi. Teksturnya yang ringan membuat rumah terasa lebih santai dan tidak terlalu formal.

Saat terkena cahaya matahari pagi, anyaman rotan menciptakan bayangan alami yang membuat interior terasa hangat dan hidup.

Dan yang membuat rotan sekarang terasa lebih premium adalah cara penggunaannya yang lebih selektif. Biasanya rotan tidak lagi memenuhi satu ruangan, melainkan digunakan sebagai aksen agar interior tetap terasa ringan dan elegan.

Karena itulah rumah modern kini banyak menggunakan rotan pada:

Plafon Tinggi, Rahasia Rumah Lama yang Tetap Sejuk

Rumah-rumah lama Indonesia sebenarnya memiliki logika desain yang sangat sesuai dengan iklim tropis.

Salah satunya terlihat pada penggunaan plafon tinggi.

Ruang yang tinggi membuat udara panas naik ke atas sehingga area aktivitas utama tetap terasa lebih nyaman. Efek ini membuat rumah terasa lebih adem meski tanpa pendingin ruangan besar.

Selain itu, plafon tinggi juga membuat cahaya alami tersebar lebih lembut di dalam rumah.

Kini konsep seperti ini kembali digunakan pada banyak rumah tropical modern karena mampu menghadirkan suasana lega dan tenang.

Bedanya, sekarang plafon tinggi sering dipadukan dengan:

Kombinasi itu membuat rumah tidak hanya terasa sejuk, tetapi juga terlihat lebih dramatis dan mewah secara visual.

 

Teras Lebar, Ruang Sederhana yang Kini Mulai Dirindukan

Dulu hampir setiap rumah memiliki teras yang cukup luas. Tempat itu bukan hanya area depan rumah, tetapi juga ruang untuk menikmati sore, berbincang dengan tetangga, atau sekadar duduk mendengar suara hujan.

Namun rumah-rumah modern sempat mengurangi area teras demi memaksimalkan ruang dalam.

Kini banyak orang mulai merindukan area semi terbuka seperti itu.

Teras lebar perlahan kembali hadir karena rumah modern mulai menyadari pentingnya ruang transisi antara luar dan dalam rumah. Area seperti ini membuat suasana rumah terasa lebih santai dan tidak terlalu tertutup.

Apalagi di negara tropis seperti Indonesia, ruang semi outdoor sebenarnya menjadi salah satu bagian paling nyaman dalam rumah.

Karena itu desain teras modern sekarang dibuat jauh lebih estetik. Furnitur dipilih lebih sederhana, pencahayaan dibuat hangat, dan tanaman tropis digunakan untuk menciptakan suasana rileks seperti resort.

Rumah Tropical Modern Ternyata Banyak Belajar dari Rumah Lama Indonesia

Menariknya, banyak elemen yang sekarang dianggap estetik dalam desain tropical modern sebenarnya bukan hal baru bagi rumah-rumah Indonesia.

Roster, ventilasi alami, plafon tinggi, material kasar, hingga teras lebar sudah lama digunakan karena memang cocok dengan iklim tropis dan cara hidup masyarakatnya.

Bedanya, sekarang semua elemen itu dirancang dengan perhatian lebih besar terhadap estetika, pencahayaan, proporsi ruang, dan kenyamanan visual.

Mungkin karena itulah rumah tropical modern terasa begitu nyaman. Ada keseimbangan antara fungsi dan suasana. Rumah tidak hanya terlihat indah, tetapi juga terasa adem, tenang, dan lebih manusiawi untuk ditinggali setiap hari.

Editor : Hakam Alghivari
#rumah tropical #roster #tradisional #Elemen #modern