RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Menulis jurnal mimpi secara ilmiah terbukti mampu memberikan wawasan pribadi, mendongkrak kreativitas, hingga membantu mengatasi trauma akibat mimpi buruk.
Namun, dilansir dari laman Verywell Mind, sebuah eksperimen mandiri selama seminggu mengungkap plot twist yang mengejutkan: jika kamu terlalu terobsesi untuk "mendapatkan hasil", tekanan emosional tersebut justru bisa memicu kecemasan yang berujung pada insomnia sementara.
Kunci utama dari keberhasilan mendokumentasikan pesan misterius otak ini adalah melepaskan ekspektasi; ketika pikiranmu mulai rileks dan tidak dipaksakan, otak secara alami akan memunculkan kembali fragmen-fragmen mimpi yang sangat tajam dan bermanfaat untuk refleksi diri.
Eksperimen 7 Hari: Ketika Ambisi Mencatat Mimpi Malah Bikin Susah Tidur
Banyak dari kita yang kesulitan mengingat mimpi atau merasa mimpi kita hanyalah kumpulan omong kosong. Hal inilah yang mendasari sebuah eksperimen jurnal mimpi selama seminggu penuh dengan menaruh buku harian di samping tempat tidur. Hasilnya di luar dugaan:
Baca Juga: Aszahra Diva Nanda: Merawat Mimpi untuk Kota Tercinta
-
Hari 1 & 2 (Frustrasi & Cemas): Penulis mengalami kesulitan tidur meskipun sudah mengikuti rutinitas seperti biasa. Muncul kekhawatiran tidak akan memiliki mimpi untuk dicatat, bahkan sampai harus mendengarkan radio untuk menenangkan pikiran.
-
Hari 3 (Titik Terobosan): Bangun tidur dengan perasaan lesu, penulis menyadari sebuah siklus emosi: jauh di lubuk hati, ia cemas karena tidak bisa mengingat mimpinya. Kecemasan itulah yang membuatnya susah tidur, dan karena tidak bisa tidur, ia tidak bermimpi.
-
Hari 4 hingga 6 (Pelepasan Tekanan): Setelah melepaskan tekanan dan mengalihkan pikiran dari tugas tersebut, tidur menjadi lebih mudah dan ingatan mimpi mulai muncul secara alami tanpa dipaksakan.
-
Hari 7 (Fragmen yang Jelas): Penulis akhirnya tidur nyenyak dan bangun dengan dua fragmen mimpi yang sangat detail dan tajam.
Eksperimen ini membuktikan bahwa faktor terbesar dalam menulis jurnal mimpi adalah pola pikirmu. Jika kamu terlalu fokus mencari hasil, kamu justru akan stres dan tidak bisa tidur sama sekali.
3 Manfaat Ilmiah Menulis Jurnal Mimpi Menurut Pakar
Jika dilakukan dengan pola pikir yang santai dan penuh rasa ingin tahu, mendokumentasikan mimpi memberikan dampak positif yang sangat besar bagi psikologis dan emosionalmu:
1. Memperoleh Wawasan Pribadi dan Pemrosesan Emosi
Menurut Dr. Christina McCrae, direktur Sleep and Health Innovations in Neurobehavioral (SHINE) Science Center di University of South Florida, menulis jurnal mimpi menawarkan kesempatan untuk "menemukan hubungan antara mimpi dan kehidupan nyata dengan membantu kamu mengidentifikasi pola, simbol, serta pikiran dan emosi yang mendasarinya".
Riset juga menunjukkan bahwa merenungkan isi mimpi sangat membantu dalam proses pemrosesan emosi sekaligus mendorong refleksi diri.
2. Mendongkrak Skor Kreativitas
Bagi kamu yang bekerja di industri kreatif, kebiasaan ini bisa menjadi senjata rahasia. Sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa peserta yang mencatat mimpi harian mereka menunjukkan peningkatan skor pada tes kreativitas, seperti Tes Kreativitas Torrance.
3. Membantu Menghentikan dan Mengatasi Mimpi Buruk
Sering kali kita sulit tidur lagi setelah terkejut oleh mimpi buruk. Menuliskan mimpi tersebut dapat membantu "mengakhiri mimpi buruk" dengan memberikan pelepasan emosional, ungkap Lauri Leadley, seorang pendidik tidur klinis dan pendiri Valley Sleep Center, Arizona.
Baca Juga: 7 Warna Kamar Tidur yang Dipercaya Bisa Membuat Tidur Lebih Cepat, Menurut Psikologi Warna
Seiring berjalannya waktu, cara ini membantu kamu mengatasi ketakutan atau trauma yang belum terselesaikan di lingkungan yang aman.
Catatan Penting dari Pakar: Andrew Colsky, praktisi pengobatan prilaku tidur dan pendiri National Sleep Center, menyatakan bahwa metode ini sangat cocok untuk orang yang ingin meningkatkan kesadaran diri, serta mereka yang mengalami trauma atau PTSD (asalkan didampingi terapi).
Namun, Colsky mengingatkan jika kamu termasuk tipe orang yang mudah cemas atau sering memikirkan hal-hal di luar kendali secara obsesif, menulis jurnal mimpi justru bisa membawamu pada lingkaran pikiran yang berlebihan.
5 Tips Memulai Jurnal Mimpi yang Disetujui Para Ahli
Agar kamu mendapatkan hasil maksimal tanpa perlu mengalami insomnia, ikuti panduan dari para praktisi tidur berikut:
-
Tulislah segera setelah kamu bangun pagi: Mimpi sangat cepat memudar. Menurut Colsky, penting untuk mencatatnya dengan cepat dan sedetail mungkin, mulai dari hal mendasar seperti siapa, apa, kapan, di mana, serta emosi atau simbol yang penting.
-
Temukan format yang paling nyaman bagimu: Kamu tidak harus menulis paragraf yang panjang. Kamu bebas menggunakan poin-poin, tulisan bebas, menggambar apa yang kamu lihat, atau sekadar merekam catatan suara di ponselmu.
-
Beri judul pada setiap entri jurnalmu: Judul harus mencakup inti dasar dari mimpi tersebut. "Ini akan berguna saat kamu membandingkan mimpi dari waktu ke waktu," saran Colsky untuk memudahkanmu mencari tema atau emosi yang berulang.
-
Bersihkan pikiranmu sebelum tidur: Colsky merekomendasikan untuk menulis jurnal umum (bukan mimpi) sebelum tidur untuk menuangkan apa pun yang mengganjal di pikiranmu, sehingga perasaanmu menjadi lebih tenang dan mudah terlelap.
-
Ubah alur ceritanya: Jika kamu baru saja mengalami mimpi buruk, Leadley menyarankan untuk mengubah jalan ceritanya menjadi lebih positif di dalam jurnal untuk membantu mengubah pola pikirmu sebelum tidur kembali.
Bagaimana Jika Kamu Tetap Malas Menulis?
Jika mencatat mimpi dirasa terlalu merepotkan, Colsky memberikan alternatif lain, yaitu Refleksi Pagi. Ciptakan ritual setelah bangun tidur dengan bertanya pada dirimu sendiri: "Bagaimana perasaan saya semalam?" atau "Apakah ada gambaran yang masih terngiang?".
Baca Juga: Sains Bongkar Alasan Mengapa Jam Kerja Kantoran Modern Sengaja 'Merusak' Jam Tidur Alami Manusia
Kamu juga bisa mencoba teknik Inkubasi Mimpi, yaitu mengarahkan pikiran secara sadar ke topik atau pertanyaan tertentu tepat sebelum tidur, dengan harapan pikiran bawah sadarmu akan memberikan wawasan atau solusi lewat mimpimu.
Kesimpulannya, "bersikaplah ingin tahu tentang temuanmu, tetapi jangan terlalu stres," tutup Colsky. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko