RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pernahkah Anda merasa sakit kepala atau cepat lelah saat berada di dalam rumah dalam waktu lama? Bisa jadi itu adalah gejala Sick Building Syndrome akibat polusi udara dalam ruangan. Di tahun 2026, di mana kualitas udara perkotaan semakin menantang, menghadirkan "paru-paru hijau" di dalam rumah bukan lagi sekadar hobi, melainkan kebutuhan.
Berdasarkan studi legendaris NASA Clean Air Study yang kembali viral pekan ini, beberapa tanaman hias ternyata memiliki kemampuan "ajaib" dalam menyaring racun berbahaya seperti formaldehida, benzena, dan trikloroetilen yang berasal dari cat dinding, furnitur, hingga asap dapur.
Berikut adalah 7 tanaman indoor paling dicari di Februari 2026 yang tidak hanya cantik dipandang, tapi juga bekerja keras membersihkan udara Anda:
1. Lidah Mertua (Snake Plant) – Si Filter Udara Malam Hari
Lidah mertua adalah primadona sepanjang masa. Uniknya, tanaman ini melepaskan oksigen di malam hari, berbanding terbalik dengan tanaman lain.
Baca Juga: 5 Tanaman 'Sultan' yang Ubah Rumah Biasa Jadi Mewah Seketika, Bisa Bikin Tetangga Iri!
-
Manfaat: Menyerap karbon dioksida dan menyaring racun formaldehida dari pembersih rumah tangga.
-
Perawatan: Sangat minim perawatan, cocok bagi Anda yang sibuk. Cukup siram 1-2 minggu sekali.
2. Peace Lily – Si Cantik Penumpas Jamur
Dengan bunga putihnya yang elegan, Peace Lily mampu mengurangi jumlah spora jamur di udara hingga 60%.
-
Manfaat: Sangat baik diletakkan di kamar mandi atau area lembap untuk menyaring aseton dan alkohol.
-
Catatan: Jauhkan dari jangkauan hewan peliharaan karena daunnya bersifat toksik jika tertelan.
3. Aglonema (Sri Rejeki) – Primadona Estetik
Aglonema tetap menjadi kata kunci tertinggi di Google Trends pekan ini. Selain warnanya yang memikat, ia adalah penyaring udara yang andal di ruangan yang minim cahaya matahari.
Baca Juga: 7 Tanaman Indoor Terbaik untuk Rumah yang Lebih Segar, Sehat, dan Estetik
-
Tips: Semakin hijau daunnya, semakin efektif ia menyaring udara di area yang gelap.
4. Sirih Gading (Golden Pothos) – Si Sulur Pembersih Karbon Monoksida
Tanaman ini sangat populer di perkantoran dan ruang keluarga karena pertumbuhannya yang cepat dan kemampuannya menjuntai indah.
-
Manfaat: Efektif menghilangkan residu karbon monoksida yang masuk dari luar rumah.
5. Lidah Buaya (Aloe Vera) – Indikator Polusi Alami
Selain untuk luka bakar dan kecantikan, Lidah Buaya adalah monitor udara yang cerdas.
Baca Juga: Sri Asih, Pemilik Rumah Toga di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas: Menanam 70 Jenis Tanaman Herbal
-
Uniknya: Jika kadar bahan kimia di rumah Anda terlalu tinggi, daunnya akan memunculkan bintik-bintik cokelat sebagai tanda peringatan dini bagi pemiliknya.
6. Spider Plant – Sahabat Anak dan Hewan Peliharaan
Bagi Anda yang mencari tanaman aman (non-toksik) untuk anak kecil dan anjing/kucing, Spider Plant adalah pilihannya. Ia sangat tangguh melawan racun dari karet dan print kertas.
7. Dracaena – Penghalau Asap Rokok
Jika ada anggota keluarga yang merokok, Dracaena adalah tanaman wajib. Ia dikenal sangat efektif menetralisir polutan yang berasal dari asap rokok dan knalpot kendaraan yang masuk ke rumah.
Baca Juga: Tanaman Ucapan Hari Jadi Bojonegoro ke-348 Bakal Ditanam di Fasilitas Umum
Tips Merawat Tanaman Indoor Agar Tidak Layu di Musim Hujan
Mengingat curah hujan di wilayah Jawa Timur, termasuk Bojonegoro, cukup tinggi di bulan Februari ini, perhatikan dua hal berikut:
-
Jangan Overwatering: Udara lembap membuat media tanam lebih lama kering. Pastikan tanah benar-benar kering sebelum penyiraman berikutnya.
-
Bersihkan Daun: Debu yang menempel pada daun menghambat proses fotosintesis dan pembersihan udara. Lap daun dengan kain lembap secara rutin agar kinerjanya maksimal.
Menata tanaman di dalam ruangan adalah cara paling ekonomis dan alami untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga. Rumah yang hijau tidak hanya menurunkan tingkat stres, tetapi juga menjamin setiap tarikan napas Anda lebih berkualitas. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko