RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan sempai diwacanakan mengalami kenaikan pada tahun ini. Hal tersebut menyusul pernyataan dari Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengenai evaluasi layanan BPJS Kesehatan.
Pandangan Budi, sebagai bagian dari evaluasi tersebut, perlu ada penyesuaian tarif setidaknya lima tahun sekali agar pembiayaan kesehatan masyarakat tetap dapat berlangsung.
"Iuran memang harus naik, bahwa memang ada pertimbangan politis bahwa ini ramai," jelasnya pada awal Mei (1/5) sebagaimana dikutip dari Jawa Pos.
Namun kenaikan iuran hanya dikenakan untuk masyarakat menengah ke atas, dan tidak berdampak pada masyarakat yang termasuk dalam daftar Penerima Bantuan Iuran (PBI). Selain itu, kenaikan bakal juga berkaca dari pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
"Kalau tarif dinaikkan untuk orang-orang miskin desil 1-5 itu tidak ada pengaruhnya. Karena orang-orang miskin itu dibayari oleh pemerintah," tambah Budi.
Namun pada akhirnya BPJS Kesehatan mengkonfirmasi bahwa tidak ada perubahan atas tarif iuran JKN pada Jumat (29/5). Selain itu, pihak mereka juga mengingatkan agar masyarakat tenang dan tidak terpengaruh simpang siur rumor yang ada.
“Iuran JKN sampai saat ini masih tetap dan tidak ada perubahan. Masyarakat perlu berhati-hati terhadap informasi yang tidak utuh atau judul yang menyesatkan seolah-olah ada kenaikan iuran, padahal faktanya tidak demikian,” jelas Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah pada Jumat sebagaimana dikutip dari Antara.
Sebagai pengingat, rincian biaya iuran JKN BPJS Kesehatan yang berlaku hingga saat ini adalah sebagai berikut:
- Kelas I: Rp 150.000 per orang per bulan
- Kelas II: Rp 100.000 per orang per bulan
- Kelas III: Rp 35.000 per orang per bulan (Tarif iuran awal Rp 42.000, dikurangi subsidi sebesar Rp 7.000)
“Di tengah biaya kesehatan yang terus meningkat, iuran JKN masih tetap sama selama bertahun-tahun. Ini menunjukkan bahwa Program JKN dijaga agar tetap terjangkau sehingga masyarakat tetap memiliki perlindungan kesehatan,” tambah Rizzky.
Terkait hal tersebut, Rizzky juga mengingatkan masyarakat agar tetap patuh dan rajin membayar iuran JKN tidak hanya demi kesehatan diri sendiri, namun juga kesehatan bersama. Layanan JKN dapat mengkaver berbagai kebutuhan dan layanan masyarakat kesehatan sepanjang hayat, termasuk berbagai operasi mahal.
“Gotong royong adalah fondasi utama Program JKN. Karena itu, penting bagi seluruh peserta untuk menjaga kepesertaan tetap aktif sekaligus menjaga kesehatan agar manfaat program ini dapat terus dirasakan bersama," pungkasnya. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana