Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Efek Joging Pagi dan Sore Hari Terhadap Kesehatan Kulit Menurut Ahli Dermatologi

Hakam Alghivari • Senin, 2 Juni 2025 | 20:08 WIB
Lari tengah menjadi tren akhir-akhir ini. Namun, pernah bertanya-tanya? Bagaimana kesehatan kulitmu kalau terus terpapar matahari ketika joging?
Lari tengah menjadi tren akhir-akhir ini. Namun, pernah bertanya-tanya? Bagaimana kesehatan kulitmu kalau terus terpapar matahari ketika joging?

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Joging atau lari santai kini menjadi gaya hidup baru di kota-kota besar Indonesia. Taman kota, stadion, hingga jalur pedestrian kini ramai dipadati pelari dari berbagai usia, terutama pada pagi dan sore hari.

Selain manfaat kebugaran fisik dan mental, ada satu hal yang sering luput dari perhatian: dampaknya terhadap kesehatan kulit.

dr. Sri Awalia, M.Kes., Sp.DVE, Subsp.DAI, Ph.D, seorang dosen senior sekaligus dokter spesialis dermatologi dan venereologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), memberikan penjelasan.

Dia menekankan bahwa aktivitas luar ruangan justru bisa berdampak positif bagi kulit—selama dilakukan dengan waktu dan lokasi yang tepat.

Kulit Butuh Sinar Matahari, Tapi Terkontrol

“Sebenernya, kulit itu butuh matahari juga. Kulit itu butuh udara segar,” ujar dr. Awalia seperti dilansir dari kanal YouTube FKKMK UGM Official.

Ia menjelaskan bahwa sinar matahari, khususnya ultraviolet (UV), berperan dalam pembentukan vitamin D di dalam tubuh. Bahkan, menurutnya, Ada penyakit tertentu yang terapinya justru menggunakan sinar UV atau sinar matahari sebagai bagian dari pengobatan.

Namun, ia memberi catatan penting: tidak semua waktu dan tempat ideal untuk beraktivitas outdoor. Sinar matahari di siang hari, terutama antara pukul 10.00 hingga 15.00, memiliki intensitas UVB yang tinggi dan berpotensi merusak lapisan kulit. Jika paparan ini berlangsung terus-menerus tanpa perlindungan, maka risiko kulit terbakar, munculnya flek hitam, hingga penuaan dini akan meningkat.

“Yang paling bagus itu sebelum jam 10 dan setelah jam 3. Seperti itu. Itu masih aman. Karena kulit itu butuh matahari,” paparnya.

Lingkungan Joging Juga Menentukan Kesehatan Kulit

Selain waktu, lokasi lari atau joging juga punya dampak signifikan. Menurut dr. Sri, kawasan dengan udara bersih dan vegetasi tinggi, seperti pegunungan atau pantai, jauh lebih ramah terhadap kulit dibanding kawasan perkotaan yang penuh polusi.

“Kalau outdoornya di pegunungan, di pantai, polusinya lebih sedikit. Itu lebih bagus lagi,” ujarnya.

Hal ini disebabkan karena udara bersih membantu kulit ‘bernapas’ lebih baik dan mengurangi iritasi akibat paparan debu, asap, dan zat kimia yang biasa ditemukan di wilayah urban.

Tips Joging Sehat untuk Kulit

Bagi kamu yang hobi joging dan ingin tetap menjaga kesehatan kulit, berikut beberapa saran yang bisa diterapkan:

  1. Gunakan tabir surya (sunscreen) minimal SPF 30 sebelum keluar rumah, bahkan saat mendung.
  2. Pilih pakaian dengan bahan menyerap keringat dan berwarna terang untuk mengurangi paparan panas.
  3. Hindari joging saat UV Index tinggi, yakni di tengah hari. Pagi sebelum jam 10 dan sore setelah jam 3 adalah waktu terbaik.
  4. Cuci wajah dan mandi setelah aktivitas, agar keringat, debu, dan polutan tidak menumpuk di pori-pori.
  5. Konsumsi air putih cukup dan makanan kaya antioksidan seperti buah-buahan untuk menjaga kelembapan kulit dari dalam.

(kam) 

 

Editor : Hakam Alghivari
#kesehatan kulit #ahli dermatologi #outdoor #matahari #joging