Radar Bojonegoro bersama media lain mendapat undangan media gathering regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina di Banyuwangi pada 10-11 Juli 2026.
MUHAMMAD SUAEB, Banyuwangi
TEPAT pukul 20.50 WIB kereta api Blambangan Ekspres mengantarkan Rombongan Peserta Bojonegoro dan Tuban dari Stasiun Bojonegoro menuju Stasiun Banyuwangi Kota.
Di Kota The Sunrise of Java itu, kegiatan gathering Pertamina di Regional Indonesia Timur berlangsung mulai Jumat-Sabtu (10-1/7).
Setelah melewati perjalanan darat sekitar 397 kilometer, tepat pukul 04.50 WIB, penulis bersama rombongan jurnalis dari Kabupaten Rembang, dan Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Kemudian dari Kabupaten Tuban, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Gresik, serta Kota Surabaya tiba di Stasiun Banyuwagi kota.
"Selamat datang di Banyuwangi," tutur event organizer Media Gathering 2026 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Nicko, sambil berjabat tangan di loby hotel Kokoon.
Kegiatan bertema The Future Is Collaborative Sustaining Our Energy itu, dibuka dengan tari Japah Merah Putih, kesenian lokal yang dilestarikan.
"Terima kasih teman media, yang selama ini membantu kami menyampaikan ke publik, untuk mewujudkan ketahanan energi," kata Senior Manager Relation Regional Timur Subholding Upstream Pertamina Sigit Budi Santoso.
Dia menegaskan, media berperan vital untuk menjaga ketahanan energi dalam negeri. Sehingga, harus tetap dijaga, dan kedepan ditingkatkan lagi.
Kepala Departemen Komunikasi Satuan Kerja Khusus (SKK) Arif Hermawan Aher menegaskan, media bukan hanya saluran informasi, tapi juga mitra strategis industri hulu migas, karena menyampaikan informasi yang kredibel kepada publik.
"Jadi media bukan hanya saluran informasi, tapi mitra strategis," katanya saat menyampaikan materi peran media di industri hulu migas.
Aher menegaskan, media bisa memengaruhi reputasi institusi. Sehingga, SKK Migas memiliki beberapa program dengan media, komunikasi dengan media baik secara formal maupun informal, dan diskusi isu strategis hingga kunjungan ke kantor media.
"Kami juga monitoring dan memetakan berita yang ditulis teman-teman jurnalis, sebagai masukan kami," imbuhnya.
Kemudian dilanjutkan dengan materi tentang jurnalisme gaya baru dan distribus yang disampaikan Wenseslius Manggut.
Dan materi selanjutnya Monetisasi Konten Jurnalisme di era AI (artificial intelligence), atau kecerdasan buatan.
Forum pemaparan dari narasumber yang dipandu moderator Syaifudin Mahmud cukup menyita perhatian peserta, karena Pemimpin Redaksi Radar Banyuwangi membuka forum dengan tantangan dirasakan insan media.
"Media yang bisa bertahan itu harus mengikuti perkembangan," kata pria asli Banyuwangi itu.
Acara selanjutnya makan malam di rumah dinas bupati dengan kuliner khas daerah setemoat, tamu disambut sekda karena bupati dan wakil bupati sedang agenda di luar kota.
"Berterima kasih dijadikan tuan rumah, Bupati sejak pagi mendampingi wapres di tiga titik, sehingga tidak bisa hadir, dan sekarang ada agena di luar kota," tutur Sekda Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono.
Menurut dia, banyak potensi wisata alam, mulai Kawah Ijen, Suka Made, hingga Plengkung.
Wisata menjadi pilihan program prioritas, karena berdekatan dengan Bali. "Jadi semua program instansi, muaranya ke wisata," katanya disambut tepuk tangan.(*/bersambung)
Editor : Bhagas Dani Purwoko