Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Naufal Ramadhan Prasetya, Juara 1 Tanding Usia Dini Pencak Silat Nasional SAC 2024: Pernah Juga Salah Kostum saat Tanding

Dewi Safitri • Jumat, 30 Januari 2026 | 09:30 WIB
BIBIT UNGGUL: Naufal Ramadhan Prasetya berhasil meraih juara 1 Tanding Usia Dini Pencak Silat Nasional SAC 2024
BIBIT UNGGUL: Naufal Ramadhan Prasetya berhasil meraih juara 1 Tanding Usia Dini Pencak Silat Nasional SAC 2024

 

Rentetan prestasi membanggakan berhasil diukir Naufal Ramadhan Prasetya. Baik di tingkat lokal maupun nasional. Siswa 12 tahun ini bermimpi bertanding di kejuaraan pencak silat internasional.


DEWI SAFITRI, Bojonegoro


DARI halaman sekolah dasar yang riuh oleh tawa dan semangat para siswa. Lahir tekad yang tumbuh dan membesar dalam diri Naufal Ramadhan Prasetya. Usianya baru 12 tahun, namun keberaniannya telah teruji di gelanggang nasional.

Bahkan, berhasil menyabet juara mulai dari tingkat lokal hingga nasional.

Perjalanan Naufal bermula sederhana. Berawal dari mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pencak silat di sekolahnya. Dari sana, Tapak Suci menjadi rumah kedua. Lingkaran pertemanan, dukungan guru, dan atmosfer sekolah yang menguatkan membuat Naufal jatuh cinta pada silat. Bukan karena ambisi besar, melainkan rasa nyaman, diterima, disemangati, dan dipercaya.

“Menjadi atlet pencak silat sejak 2023,” ujar siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro itu.

Momen keakraban saat latihan bersama. Juga, camping keakraban bersama para atlet Tapak Suci di sekolahnya menjadi bagian paling disukai oleh Naufal selama prosesnya. Di sanalah ia belajar arti kebersamaan dan keberanian.

Rentetan pengalaman dan cerita menarik juga menghiasi perjalanannya. Pernah suatu ketika menjelang pertandingan, malamnya Naufal sakit gondongan (bengkak) hingga suhu tubuhnya meningkat 39 derajat. Dengan bantuan coach dan support dari teman-teman untuk terus berjuang. Dengan sisa tenaga, ia tetap memberanikan diri untuk turun gelanggang. Tidak sia-sia, dengan pijatan sayang dari coach, orang tua, serta supporter dari sekolahnya. Ia berhasil melewati tantangan tersebut. Bahkan, membawa pulang medali emas di Kejuaraan Nasional SAC 2024 di Surabaya.

“Pernah juga salah kostum, kekecilan, sangat tidak nyaman ketika digunakan untuk tanding. Tapi, alhamdulillah tetap menang,” kisahnya.

Prestasi Naufal berderet panjang, diantaranya Juara 1 Tanding Usia Dini Kejuaraan Pencak Silat Nasional SAC 2024; Juara I Tanding Usia Dini Kejuaraan Nasional Ngawi Championship 2023; Juara III Tanding Usia Dini Kejuaraan Pencak Silat Dandim Cup Malang Tingkat Nasional 2024; Juara II Tanding Usia Dini Kejuaraan Nasional Pencak Silat Brawijaya V 2024; Juara I Tanding Usia Dini Piala Kemenpora Tingkat Nasional Wujil Semarang 2024; Juara I Tanding Usia Dini Bojonegoro Championship Tingkat Nasional 2025; Juara I Seni Tunggal Tangan Kosong Kejuaraan Nasional Dandim Cup Malang 2024; Juara II Tanding Usia Dini Kejuaraan Barie Irsyad Championship UGM DIY 2023; Juara III Seni Tunggal Bersenjata Kejuaraan Pencak Silat Tapak Suci Nasional Championship UB Malang 2025; dan Juara 3 Pencak Silat Porkab III Bojonegoro 2025.

“Support terbesar adalah Ayah dan Mama,” kata anak tinggal di Jalan Basuki Rahmat, Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro tersebut.

Tantangan terbesar bagi Naufal kini adalah mempertahankan gelar. Saat ragu datang, ia memilih bercerita pada ayah dan mama, dua sosok yang menjadi penopang terkuatnya. Dari mereka, Naufal belajar bahwa berani bertanding saja sudah merupakan kemenangan.

Ke depan, mimpinya melangit. Ia ingin berlaga di kejuaraan internasional Tapak Suci, berkeliling dunia membawa nama Indonesia. Ia juga bercita-cita masuk Akademi Kepolisian melalui jalur prestasi pencak silat. Dan satu harapan tulus ia titipkan, agar para atlet kecil sepertinya bisa mendapatkan beasiswa, supaya mimpi tak berhenti di tengah jalan.

“Ingin mendapat beasiswa bagi para atlet pencak silat kecil seperti saya,” pungkasnya. (dan/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Sukorejo #silat #usia dini #Tapak Suci #Kejuaraan Pencak Silat #SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro #pencak silat #Tanding Bola di JIS #bojonegoro #prestasi