RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Lari dan bersih-bersih sampah tak hanya menjadi kegiatan yang dilakukan Sam, Gery, dan Kelly di Bojonegoro kemarin (22/4).
Sebelum melanjutkan berlari dari Kantor Jawa Pos Radar Bojonegoro, ketiga pelari dari Sungai Watch tersebut sempat mampir ke Tempat Pengolahan Sampah - Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3 R) Bojonegoro di Kecamatan Kota.
Di TPS 3R satu-satunya di Bojonegoro tersebut tiga pelari asal Prancis tersebut melihat pengolahan sampah di Bojonegoro. Terutama pengolahan sampah daun yang diolah menjadi pupuk kompos.
Dalam kesempatan tersebut Sam, Gery, dan Kelly menekankan pemilahan sampah dalam proses pengolahan. Mulai dari memilah sampah organik, plastik, hingga styrofoam atau gabus sintetis.
Sam mengatakan, di Sungai Watch pemilahan dilakukan secara detail. Mulai dari sampah organik, plastik, dan styrofoam. Bahkan sampah plastik dipilah sesuai warna dan perusahaan yang memprokdusi.
‘’Untuk memudahkan pengolahan,” ungkapnya.
Sam menjelaskan, pemilahan sampah berdasarkan perusahaan yang memproduksi dilakukan untuk mengetahui tingkat residu sampah tersebut. Kemudian dilaporkan ke kementerian. Sehingga perusahaan yang memproduksi sampah dengan residu tinggi bisa dikenakan pajak lebih tinggi pula.
‘’Hasil pajak bisa digunakan untuk membangun TPS,” jelasnya.
Sam menambahkan, Sungai Watch memasang jaring di sungai agar sampah bisa tersaring dan tak masuk ke laut. Kemudian sampah diambil dan diolah agar bisa mendapatkan nilai ekonomis.
Sementara itu, Gary menilai kebersihan sungai di Bojonegoro sudah lebih baik dibandingkan beberapa wilayah yang telah dilelintasi dalam misi Run For Rivers sebelumnya.
Meski demikian, penanganan sampah di Bojonegoro perlu ditingkatkan, terutama tentang kesadaran masyarakat, sebelum terjadi bom waktu penumpukan sampah.
Karena, di Kabupaten Bojonegoro sampah organik masih lebih dominan dibanding sampah anorganik. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana