RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belum memberikan dampak signifikan terhadap industri rokok di Kabupaten Bojonegoro. Hingga Kamis (5/6), aktivitas produksi di sejumlah perusahaan rokok masih berjalan normal.
Berdasarkan data pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat berada di kisaran Rp18.037 per dolar AS. Namun, kondisi tersebut belum memengaruhi kinerja produsen rokok lokal yang sebagian besar menggunakan bahan baku dalam negeri.
Direktur Koperasi Kareb, Sriyadi Purnomo, mengatakan pelemahan rupiah tidak berdampak langsung terhadap kegiatan produksi rokok lokal. Menurut dia, pasokan bahan baku yang berasal dari dalam negeri membuat industri rokok relatif lebih tahan terhadap gejolak kurs.
“Kalau untuk produk lokal masih aman,” ujarnya.
Baca Juga: DKPP Bojonegoro Proyeksikan Luas Tanam Tembakau 16.000 Hektare pada 2026
Sementara itu, Direktur PT Barokah Angling Dharmo Mitra Produksi Sigaret (MPS) Kalitidu, Widiarto, mengaku belum dapat memberikan penilaian terkait dampak pelemahan rupiah terhadap penjualan rokok. Pasalnya, perusahaan yang dipimpinnya hanya bergerak di bidang jasa pelintingan dan pengepakan rokok, sehingga tidak terlibat langsung dalam pemasaran produk.
Meski demikian, Widi mengungkapkan bahwa volume produksi di perusahaannya mengalami penurunan dan saat ini berada pada kapasitas terendah dalam hampir satu tahun terakhir. “Produksi kami saat ini berada pada tingkat paling minim,” katanya.
Namun, ia tidak merinci besaran penurunan produksi yang terjadi. Menurutnya, penyebab pasti menurunnya kapasitas produksi juga sulit dipastikan karena perusahaannya hanya berperan sebagai mitra produksi, bukan produsen utama yang menentukan volume pesanan.
“Kami hanya mitra produksi, sehingga tidak mengetahui secara detail faktor yang memengaruhi penurunan tersebut,” tambahnya. (irv/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana