Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Akademisi Pandang Produk Bisnis dan Tutor Digital Belum Sesuai Kebutuhan Lokal Masyarakat Bojonegoro

M. Irvan Romadhon • Sabtu, 18 April 2026 | 09:00 WIB
LIVE SHOPPING: Fenomenaa live shopping makin menjamur.
LIVE SHOPPING: Fenomenaa live shopping makin menjamur.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tren produk digital yang ada di Bojonegoro dinilai belum seusai kebutuhan lokal. Sehingga banyak produk digital seperti e-book, kelas online, hingga paket bisnis instan belum berdampak nyata. Terlebih produk digital tersebut dinilai hanya meniru dari produk di tingkat nasional.

Dosen IAI At-Tanwir Bojonegoro Mifta Hulaikah mengatakan, tren penjualan produk digital di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Didorong meningkatnya jumlah pengguna internet dan berkembangnya ekonomi kreator.

Dalam konteks Bojonegoro, peluang ini tetap terbuka, terutama karena jumlah UMKM yang besar dan sektor pendidikan yang masih membutuhkan peningkatan kualitas. Produk digital seperti pelatihan usaha, modul pembelajaran, hingga konten keterampilan praktis berpotensi menjadi solusi murah dan terskala bagi masyarakat.

‘’Namun, peluang tersebut tidak otomatis mudah direalisasikan,” ungkapnya.

Baca Juga: Harga Plastik Melambung Hingga Dua Kali Lipat , Pelaku UMKM Bojonegoro Mulai Limbung

Menurut Mifta, sebagian besar UMKM di Bojonegoro masih berada pada tahap dasar digitalisasi. Sehingga belum siap menjadi produsen produk digital yang kompetitif. Di sektor pendidikan, kualitas konten digital seringkali belum terstandar dan belum kontekstual dengan kebutuhan lokal.

‘’Akibatnya, banyak produk digital hanya menjadi tiruan tren nasional tanpa memberikan dampak nyata di tingkat daerah,” ungkapnya.

Mifta menilai yang perlu diperbaiki bukan sekadar mendorong penjualan, tetapi membangun fondasi. Peningkatan literasi digital, pendampingan UMKM dalam menciptakan produk berbasis kebutuhan lokal, serta penguatan kualitas konten pendidikan menjadi kunci.

Tanpa itu, tren produk digital hanya akan menjadi pasar konsumtif. Tetapi jika dikelola serius, ia bisa menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan daya saing ekonomi dan kualitas pendidikan di Bojonegoro. (irv/zim)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#produk digital #E-Book #Bisnis #umkm #kelas online