Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Beda Segmen Produk, Belum Banyak UMKM Bojonegoro Rasakan Manfaat Program Affiliator

M
Penulis: M. Irvan Romadhon❯

(Hakam Alghivari/RADAR BOJONEGORO)
(Hakam Alghivari/RADAR BOJONEGORO)


Advertisement

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Berkembangnya teknik marketing termasuk adanya affiliator belum banyak berdampak pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Bojonegoro. Kesesuaian produk dan segmen pasar menjadi penyebab minimnya dampak yang dirasakan.

Baru sedikit pelaku usaha di Kota Ledre yang merasakan dampak adanya affiliator. Terutama pelaku usaha yang menjual produk dari pabrikan seperti pakaian.

Advertisement

Ketua Creative Economy Center (CEC) Bojonegoro Adib Nurdiyanto mengatakan, sudah ada pelaku UMKM yang merasakan manfaat affiliator. Namun, masih sedikit. Terlebih ada hal-hal yang menjadi kendala.

Adib menjelaskan, produk UMKM di Bojonegoro didominasi makanan dan minuman siap saji. Sementara, dampak affiliator tidak besar ke produk UMKM yang siap saji. Sebaliknya, affiliator mayoritas berdampak pada produk yang tahan lama, terutama baju jelang momentum lebaran ini.

‘’Beberapa pelaku UMKM akhirnya menjual produk pabrikan. Bukan produknya sendiri,” jelasnya. Adib mengaku, CEC juga melakukan bimbingan UMKM untuk belajar affiliate. Sehingga penjualan produk UMKM di Bojonegoro meningkat dengan jangkauan lebih luas. (irv/bgs)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

PNM Cabang Bojonegoro Buka Ruang 10 Nasabah Binaan di Pesona Daun Emas

PNM Cabang Bojonegoro Buka Ruang 10 Nasabah Binaan di Pesona Daun Emas

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Bojonegoro turut ambil bagian dalam kemeriahan Pesona Daun Emas.

 Jejak Kisah Tragedi Kelaparan di Bojonegoro Tahun 1939: Ibu Rela Tukar Bayi Demi Sepiring Nasi

Jejak Kisah Tragedi Kelaparan di Bojonegoro Tahun 1939: Ibu Rela Tukar Bayi Demi Sepiring Nasi

Tragedi kelaparan Bojonegoro di era kolonial terkuak! Arsip koran Belanda 1939 ungkap kisah pilu seorang ibu yang menukar bayinya demi sepiring nasi gara-gara kebijakan eksploitatif dan ulah Bupati yang korup. Baca selengkapnya di sini.

Harga Beras Tembus Rp 15 Ribu, Bulog Klaim Siapkan 200 Ton

Harga Beras Tembus Rp 15 Ribu, Bulog Klaim Siapkan 200 Ton

Uang belanja ibu rumah tangga harus ditambah. Harga beras di pasaran tembus Rp 15.500 per kilogram (Kg), dari sebelumnya Rp 12.000 per kg.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer