RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bukan hanya plastik, bahan baku tekstil juga naik hingga 50 persen dari sebelumnya, kondisi ini tentu berdampak pelaku usaha konveksi di Kabupaten Bojonegoro.
Tentu biaya produksi yang ikut meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Sehingga, membuat harga jual otomatis meningkat.
Pengusaha konveksi Kecamatan Balen, Achmad Syaifur Rohman mengatakan, kondisi saat ini membuat sejumlah bahan mengalami kelangkaan di pasaran.
“ Lonjakan harga hingga hampir 50 persen dalam satu bulan terakhir,” ujarnya, Kamis (16/4).
Pria satu anak itu mengaku, dampak kenaikan tidak hanya terjadi pada bahan utama, tetapi juga pada komponen pendukung produksi.
“Sangat terdampak, mulai dari plastik packing kaos, biaya produksi kain dan lain-lain,” tambahnya.
Untuk menyesuaikan kondisi tersebut, pelaku usaha terpaksa melakukan penyesuaian harga jual. Kenaikan dilakukan secara bertahap agar tetap menjaga daya beli konsumen.
“Kita menaikkan harga jual 5 sampai 10 persen dari harga semula,” jelasnya.
Meski demikian, Syaifur sapaannya, menyebut dampak yang dirasakan masih relatif terkendali di tingkat usahanya. Produksi tetap berjalan dengan penyesuaian pada efisiensi biaya tanpa kehilangan calon oembeli.
“Kalo di saya nggak terlalu berdampak,” ujarnya.
Kenaikan harga bahan baku ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha konveksi, terutama dalam menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan harga jual di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. (kam/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana