RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Para buruh mengeluh. Hari ini (1/5) bertepatan Hari Buruh, momentum merefleksikan kesejahteraannya. Sejumlah organisasi masyarakat sipil turun jalan, menyuarakan aspirasi termasuk upah yang dinilai belum layak.
BERDASAR data badan pusat statistik (BPS), standar hidup layak menjadi dimensi ketiga indeks pembangunan manusia (IPM) yang direpresentasikan dengan pengeluaran riil per kapita/tahun atas dasar harga konstan 2012 yang disesuaikan.
Pada 2025, pengeluaran riil per kapita per/tahun yang disesuaikan masyarakat Bojonegoro mencapai Rp 11,79 juta per tahun. Capaian ini meningkat Rp 592 ribu atau 5,28 persen dibanding tahun sebelumnya yakni Rp 11,2 juta. Jika diitung untuk pengeluaran per kapita/bulan sekitar Rp 983 ribu.
Serikat Buruh Konstruksi Indonesia (SBKI) Bojonegoro Arif Rahmanto menilai, dari item kebutuhan hidup lahak yang ditetapkan pemerintah, pengusaha, perwakilan serikat buruh kuning, sivitas akademik dari yang sebelumnya 38 item menjadi 42 item kebutuhan hidup layak (KHL) sangat subyektif.
"Memandang buruh hanya seorang pekerja saja, tidak manusiawi, tidak berkeluarga, beranak pinak atau bahkan utuh secara prinsip kemanusiaan. Contohnya tunjangan pendidikan yang hanya Rp 25 ribu per bulan," ujar Arif, kemarin (30/4).
Baca Juga: Buruh Desak Pemkab Bojonegoro Segera Sosialisasikan UU PPRT
Menurut dia, belum tunjangan kesehatan sekitar Rp 40 ribu per bulan, tunjangan transportasi, hingga sembako yang per hari diitung kisaran Rp 62 ribu. "Jauh dari kaya layak. Padahal untuk pakaian dan lainnya benar-benar minim dan hanya diitung person atau sayu orang daja," lanjut dia.
Dia mengatakan, itu untuk itung-itungan buruh industri atau modern. Belum termasuk itungan buruh konstruksi informal yang pekerjaannya tidak menentu. Menurut dia, buruh konstruksi juga minim pendapatan. Bahkan, kata, kadang pekerjaan hanya sebulan dan libur sampai dua atau tiga bulan.
"Kalau pribadiku malah di bawah buruh, karena kan pekerja organisasi murni dari iuran atau kas organisasi. Pengeluaran sebulan yang rata-rata hampir Rp 1 juta lebih sedikit," beber dia.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dibperinaker) Bojonegoro Mahmudi membenarkan pihaknya menggelar peringatan Hari Buruh. "Iya, besok (hari ini, red) di halaman dinperinaker dilaksanakan di Hari Buruh," kata dia. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana