RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Penyaluran tiga program unggulan di Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro belum bisa dilakukan. Terlebih keluarga penerima manfaat (KPM) sasaran program gerakan beternak ayam petelur mandiri (Gayatri), domba kesejahteraan, dan kolam lele keluarga (kolega) berdasarkan data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN).
Namun, sampai Jumat (6/3), progres pemutakhiran DTSEN masih mencapai 82 persen. Juga ditargetkan selesai di Maret ini. Sehingga, penyaluran ketiga program tersebut dipastikan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.
Sekretaris Disnakkan Bojonegoro Elfia Nuraini mengatakan, penyaluran belum dijadwalkan. Kemungkinan penyaluran masih lama. Terlebih masih menunggu DTSEN. ‘’Karena masih menunggu DTSEN,” ungkapnya.
Elfia menjelaskan, DTSEN menjadi dasar untuk menentukan KPM penerima program gayatri, domba kesejahteraan, serta kolega. Sedangkan, sampai saat ini, pendataan DTSEN masih berlangsung.
Program gayatri tahun ini ditargetkan pada 4.400 KPM dengan pagu anggaran Rp 76 miliar (M). Lalu, untuk domba kesejahteraan akan disalurkan kepada 3.325 KPM dengan pagu anggaran Rp 21,2 M. Sedangkan, kolega dengan pagu Rp 3,8 M bakal disalurkan ke 335 KMP.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto mengatakan, Maret ini pemutakhiran DTSEN ditargetkan selesai. Mengingat terkait keakuratan data, tentu perlu ketelitian dan kehati-hatian.
Sementera untuk progres hingga Jumat sudah mencapai 82 persen. Antok, sapaannya, menjelaskan, ketika verifikasi dan validasi di lapangan selesai, data kemudian diolah oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro. (irv/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana