RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Proyek jalan usaha tani (JUT) menjadi langganan setiap tahun. Namun, jumlah titik dan anggarannya setiap tahun berubah.
Tahun ini, Pemkab Bojonegoro merencanakan membangun di 163 titik, dengan pagu anggarannya Rp 31 miliar. Jumlah titiknya bertambah, dibanding 2025 lalu hanya 45 titik, (selengkapnya di grafis).
Menurut Kepala Bidang (Kabid) Sarana, Prasarana, dan Perlindungan Tanaman Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Yuni Aba'atun, pembangunan JUT tahun ini fokus pada jalur yang sudah sering dilalui petani atau lahan existing. Syaratnya, lebar jalan minimal 2,5 meter.
"Kami ingin memastikan jalan yang dibangun bukan sekadar pajangan, tapi benar-benar bisa dilewati kendaraan pengangkut," katanya.
Yuni melanjutkan, JUT menjadi salah satu program Petruk Tani (pembangunan infrastruktur pertanian). "Kami berharap dengan adanya JUT, petani bisa tersenyum karena ongkos angkut hasil panen jadi lebih murah dan tenaga mereka tidak terkuras habis di jalan," imbuhnya.
Program ini, lanjut Yuni, diprioritaskan bagi kelompok tani (poktan) yang belum mendapatkan bantuan hibah perbaikan jalan pada tahun sebelumnya.
Sebab, dirancang agar manfaat pembangunan dirasakan secara merata. "Menjangkau yang selama ini mungkin merasa terpinggirkan," ujarnya.
Dia menjelaskan, anggaran dialokasikan tahun ini sebesar Rp 31,1 miliar untuk 163 titik pembangunan JUT. Berdasar aspirasi petani yang kesulitan membawa pulang hasil panen.
"Ini merupakan upaya nyata pemerintah hadir, diharapkan 163 JUT ini menjadi urat nadi ekonomi yang membuat pertanian Bojonegoro lebih cerah dan sejahtera," pungkasnya.
Sementara itu, berdasar data dihimpun, jumlah pembangunan JUT selama empat tahun terakhir selalu mengalami perubahan. Pada 2022 sebanyak 221 titik; di 2023 turun menjadi 154 titik; di 2024 hanya 30 titik; dan pada 2025 sejumlah 45 titik. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana