Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dinkes Blora Temukan ODHA Kota Sate Didominasi Penderita Usia Produktif

Achmad Syaeroyzi • Rabu, 3 Juni 2026 | 08:40 WIB
Infografis Temuan Kasus HIV di Blora (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Infografis Temuan Kasus HIV di Blora (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM -  Kasus human immunodeficiency virus (HIV) di Kabupaten Blora masih menjadi perhatian serius. Ibarat fenomena gunung es, penderita penyakit yang menyerang kekebalan tubuh itu terus bermunculan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora mendata, sepanjang tahun lalu terdeteksi 228 orang dengan HIV/AIDS baru. Sedangkan mulai Januari hingga kemarin (2/6) terdeteksi sebanyak 62 ODHA baru, yang masih mayoritas penderitanya usia produktif.

Sedangkan, penularan penyakit yang belum ditemukan obatnya tersebut didominasi melalui hubungan seksual berisiko, terutama akibat infeksi menular seksual (IMS) dan perilaku lelaki seks dengan lelaki (LSL).

Dari 62 kasus tahun ini, sebanyak 38 penderita berjenis kelamin laki-laki dan 24 perempuan. Dilihat dari kelompok umur, terdapat satu kasus pada usia 5–14 tahun, satu kasus usia 15–19 tahun, enam kasus usia 20–24 tahun, sebanyak 35 kasus usia 25–49 tahun, serta 19 kasus pada usia di atas 50 tahun.

Baca Juga: Skrining Masif, Dinkes Blora Temukan 145 Kasus HIV Baru

Kepala Dinas Kesehatan Blora Edi Widayat menjelaskan, mayoritas kasus masih ditemukan pada kelompok usia produktif yang memiliki mobilitas dan aktivitas sosial tinggi.

‘’Penyebab dominan masih karena hubungan seksual berisiko yang memicu IMS dan juga kelompok LSL,’’ terangnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk menghindari perilaku seksual berisiko, terutama berganti-ganti pasangan. ‘’Jangan  bebas dalam hubungan seksual dan jangan berganti-ganti pasangan. Ini menjadi salah satu upaya penting untuk mencegah penularan HIV,’’ katanya.

Edy mengatakan, ODHA bukan sepenuhnya warga Blora. Dari total kasus yang ditemukan, sekitar 40 persen berasal dari luar daerah. ‘’Untuk kelompok LSL besar bukan warga Blora. Keseluruhan sekitar 40 persen kasus yang ditemukan berasal dari luar Blora,’’ ujarnya.

Pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap ibu hamil yang terdiagnosis HIV. Mereka akan mendapatkan pendampingan intensif selama masa kehamilan hingga persalinan.

‘’Kalau ibu hamil terdiagnosis HIV akan kami dampingi. Selain mendapatkan pengobatan, proses persalinan dilakukan dengan operasi sesar untuk memutus risiko penularan dari ibu ke bayi,’’ jelasnya.

Namun lebih banyak ODHA terdeteksi lebih baik, karena bisa mengkonsumsi anti retroviral. Meski tidak bisa menyembuhkan, tapi bisa meningkatkan kualitas hidup dengan rutin mengkonsumsinya. Sebab jumlah virus di dalam tubuh penderita bisa ditekan jumlahnya, hingga meminimalisasi risiko penularan terhadap orang lain. (ozi/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#odha #kesehatan #hiv #aids #blora