RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro Persibo berulang tahun ke 77 tahun kemarin (12/3). Namun di momentum tersebut, The Giant Killer masih menyisakan beberapa persoalan. Seperti kegagalan naik kasta ke Liga Championship musim ini hingga tunggakan gaji pemain dan pelatih yang belum terselesaikan.
Agus Aam salah satu suporter Persibo mengatakan, di momentum bertambahnya umur klub bermarkas di Stadion Letjend Soedirman (SLS), manajemen harus segera menyelesaikan tunggakan ke pemain dan pelatih. Sehingga permasalahan tersebut cepat selesai.
Ulang tahun ke 77 tahun harus menjadi momentum titik balik kebangkitan Persibo. Tentu dengan musim depan mendapatkan tiket promosi atau naik kasta ke Liga Championship. Manajemen perlu berbenah dengan mencari sosok yang lebih profesional untuk mengisi tim di jajaran pengurus.
‘’Mulai posisi-posisi yang ada ditubuh manajemen. Tentu sosok minimal yang paham tentang sepak bola,” ungkapnya.
Menurut Aam dalam pemilihan pemain yang akan memperkuat Persibo harus memiliki kualitas yang baik. Juga jauh-jauh hari sudah mulai persiapan sebelum mengarungi kompetisi.
Presiden Persibo Deddy Adrianto mengaku gaji pelatih dan pemain yang belum dibayarkan masih sebagian. Namun tidak menyebutkan detail sisa tunggakan yang belum diselesaikan.
‘’Sudah sebagian (dibayar) sementara ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, di momentum ulang tahun ini, semua elemen atau lini di Persibo harus berbenah dan evaluasi. Sehingga ke depan bisa terus menjadi klub kebanggaan dan profesional, anggaran untuk mengelola Persibo tidak kecil. Terlebih tak ada Corporate Social Responsibility (CSR) apapun. Sehingga harus mandiri, namun untuk mencapai kemandirian tersebut butuh waktu.
‘’Harus mandiri, maka butuh waktu,” ungkapnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana