Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang Idul Adha, Ratusan Sapi Blora Dikirim ke Jakarta

A
Penulis: Achmad Syaeroyzi❯
DIKIRIM KE JAKARTA: Petenak asal Desa Beganjing Kecamatan Japah menyiapkan sapi jumbo untuk kirim ke Jakarta.
DIKIRIM KE JAKARTA: Petenak asal Desa Beganjing Kecamatan Japah menyiapkan sapi jumbo untuk kirim ke Jakarta.

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha, permintaan hewan kurban dari luar daerah terus meningkat. Bahkan, ratusan sapi dengan bobot hingga satu ton per ekor dikirim ke Jakarta Utara.

Selama ini, Blora dikenal sebagai salah satu sentra peternakan sapi terbesar di Jawa Tengah. Bupati Blora Arief Rohman menegaskan, daerahnya menjadi pemasok utama kebutuhan sapi kurban di provinsi tersebut. "Blora merupakan pemasok nomor satu di Jawa Tengah,” ujarnya.

Salah satu peternak di Desa Beganjing, Kecamatan Japah Muhammad Kasno mengungkapkan, bahwa tahun ini pihaknya menyiapkan sekitar 125 sapi jumbo untuk dikirim ke Jakarta Utara. 

Advertisement

Tingginya permintaan membuat sebagian besar sapi yang dikirim memiliki bobot rata-rata mencapai satu ton. “Permintaan dari Jakarta cukup tinggi, rata-rata bobotnya satu ton,” katanya.

Kasno menjelaskan, usaha peternakan sapi yang dijalaninya telah berlangsung sekitar 15 tahun. Ia membeli sapi dari warga dalam kondisi kurus dengan harga sekitar Rp 20 juta per ekor. Setelah melalui proses penggemukan selama 9 bulan hingga 2 tahun, sapi-sapi tersebut dapat dijual hingga Rp 90 juta per ekor.

Advertisement

“Awalnya bobotnya kecil, kemudian kami pelihara hingga bisa mencapai lebih dari satu ton,” jelasnya. Dalam proses pemeliharaan, sapi diberi pakan dua kali sehari dengan komposisi katul, konsentrat, rumput, dan jerami.

Ia menegaskan, tidak menggunakan ampas tahu karena dinilai dapat memengaruhi kualitas daging. “Kami tidak pakai ampas tahu karena dagingnya kurang padat,” tambahnya.

Meski demikian, usaha peternakan tidak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat menyebabkan kerugian besar.
“Saya pernah rugi, sampai 26 ekor sapi harus dibawa pulang karena PMK,” ungkapnya.

Untuk mendukung pemasaran, Kasno juga melibatkan tim promosi. Salah satunya Sugiwati, yang rutin membantu proses distribusi sapi ke luar daerah, khususnya Jakarta.
“Kami sudah terbiasa mendampingi pengiriman sapi, jadi tidak takut lagi,” ujarnya.

Sugiwati menambahkan, keterlibatannya biasanya lebih intens saat musim Idul Adha, ketika permintaan sapi meningkat tajam. “Biasanya saya terlibat saat musim kurban saja,” pungkasnya. (ozi/zim)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Momen Langka 1957: Saat Soekarno Boyong Megawati ke Bojonegoro di Hari Raya Idul Adha

Momen Langka 1957: Saat Soekarno Boyong Megawati ke Bojonegoro di Hari Raya Idul Adha

Tahukah kamu Bung Karno pernah memboyong Megawati kecil ke Bojonegoro saat Idul Adha 1957? Temukan pidato epiknya dari arsip koran Belanda Java-Bode di Delpher.nl!

Banyak Dicari Saat Idul Adha, Harga Bawang Merah Tembus Rp 50 Ribu di Bojonegoro

Banyak Dicari Saat Idul Adha, Harga Bawang Merah Tembus Rp 50 Ribu di Bojonegoro

Berdasar data dari laman resmi Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro per kemarin (26/5), harga bawang merah tertinggi di Bojonegoro mencapai Rp 50.000 di Kecamatan Padangan. Sedangkan, harga t

Pemkab Bojonegoro Ajak Perkuat Ketakwaan dan Kepedulian Sosial dalam Momen Idul Adha

Pemkab Bojonegoro Ajak Perkuat Ketakwaan dan Kepedulian Sosial dalam Momen Idul Adha

Momentum Hari Raya Idul Adha dimanfaatkan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk menguatkan pesan spiritual sekaligus menyampaikan fokus pembangunan daerah. Tiga sektor yang menjadi prioritas tahun ini ya

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer