RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bojonegoro dianggap kabupatan kaya, layaknya julukan disematkan sebagai Kota Migas. Namun, nahasnya masih banyak masyarakat belum berdaya dan mampu secara ekonomi.
Bahkan, tercatat sebanyak 776 masyarakat belum tersambung aliran listrik.
‘’Di 2026 masih ada 776 masyarakat belum tersambung listrik. Arahan bapak bupati harus tuntas tahun ini. Dan, teranggarkan Rp 2,7 miliar,” kata Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah.
Menurut dia, program kemiskinan ada kolega (kolam lele keluarga) Rp 3,1 miliar. Jika dibandingkan 2023 sejumlah Rp 379,7 juta. Kemudian program kemiskinan lainnya yakni gerakan beternak ayam petelur mandiri (gayatri) dianggarkan sebesar Rp 81,8 miliar; domba kesejahteraan Rp 28,6 miliar; dan rumah tidak layak huni (RTLH) sejumlah Rp 34,6 miliar.
Selanjutnya sanitasi Rp 24,7 miliar; dan sambungan listri sejumlah Rp 2,7 miliar.
Berdasar data dihimpun, sambungan listrik untuk keluarga tidak mampu mulai bergulir. Dari layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), sudah mulai dilakukan penunjukan langsung untuk itu.
Di antaranya belanja jasa konsultasi sambungan listrik keluarga tidak mampu di Kecamatan Baureno, Dander, Kapas, Kepohbaru, Ngambon, dan Sekar dengan anggaran sebesar Rp 35 juta. Sedangkan, di kecamatan Kasiman, Malo, Margomulyo, Padangan, Purwosari, dan Tambakrejo dialokasikan Rp 60 juta.
Kemudian, konsolidasi sambungan listrik keluarga tidak mampu Kecamatan Kasiman dan Padangan sebanyak Rp 340,7 juta; di Kecamatan Malo dan Purwosari dianggarkan Rp 366,4 juta; untuk Kecamatan Dander dan Kapas Rp 248,6 juta; serta, di kecamatan Margomulyo dan Tambakrejo diberi pagu anggaran Rp 147,2 juta.
Selanjutnya, konsolidasi sambungan listrik keluarga tidak mampu Kecamatan baureno dan Kepohbaru sebesar Rp 153,7 juta serta Kecamatan Ngambon dan Sekar dianggarkan Rp 229 juta. Sementara itu,
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro Satito Hadi belum bisa dikonfirmais terkait jumlah masyarakat belum tersambung listrik dan target penuntasan tahun ini. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana